Internet kian menjadi kebutuhan dasar di tengah masyarakat yang semakin terkoneksi secara digital. Namun, biaya akses internet masih sangat bervariasi antarnegara, dipengaruhi kondisi pasar, infrastruktur, hingga regulasi.
Laporan terbaru We Are Social yang dirangkum Visual Capitalist pada Februari 2025 menempatkan Uni Emirat Arab sebagai negara dengan tarif internet tertinggi di dunia, dengan biaya rata-rata US$4,31 per Mbps. Angka ini hampir dua kali lipat dibanding Ghana yang berada di posisi kedua dengan US$2,58 per Mbps.
Dalam laporan tersebut, tingginya harga internet di sejumlah negara dikaitkan dengan minimnya persaingan, kendala infrastruktur, serta faktor regulasi. Selain Uni Emirat Arab dan Ghana, Swiss tercatat mengenakan tarif US$2,07 per Mbps, diikuti Kenya US$1,54 dan Maroko US$1,16. Australia (US$1,05) dan Jerman (US$1,04) juga masuk kelompok negara dengan biaya internet di atas US$1,00 per Mbps.
Di sisi lain, Eropa Timur disebut sebagai kawasan dengan akses internet paling terjangkau. Rumania tercatat memiliki tarif broadband termurah dengan US$0,01 per Mbps, disusul Rusia US$0,02 dan Polandia US$0,03. Keterjangkauan ini dikaitkan dengan kuatnya persaingan pasar serta dukungan pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur digital.
Beberapa negara Asia juga masuk kategori murah, seperti Vietnam, Tiongkok, dan Korea Selatan dengan tarif serendah US$0,05 per Mbps. Sementara itu, Amerika Serikat berada pada kategori cukup terjangkau dengan US$0,08 per Mbps. Negara maju lain seperti Prancis, Jepang, dan Jerman disebut berada di bawah rata-rata global sekitar US$0,42 per Mbps.
Indonesia sendiri masuk daftar 20 besar negara dengan biaya internet termahal. Dengan rata-rata US$0,41 per Mbps atau sekitar Rp6.808 per Mbps, Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia. Meski lebih murah dibanding Swiss, Jerman, dan Australia, tarif internet di Indonesia masih lebih tinggi daripada Hong Kong, Inggris, Malaysia, maupun Singapura.
Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan biaya internet global yang dipengaruhi oleh regulasi, tingkat persaingan, serta kondisi infrastruktur di masing-masing negara.
Berikut daftar negara dengan tarif internet termahal pada 2025 (US$ per Mbps): Uni Emirat Arab (US$4,31), Ghana (US$2,58), Swiss (US$2,07), Kenya (US$1,54), Maroko (US$1,16), Australia (US$1,05), Jerman (US$1,04), Nigeria (US$0,72), Kanada (US$0,66), Pakistan (US$0,53), Afrika Selatan (US$0,50), Indonesia (US$0,41), Hong Kong (US$0,39), Inggris (US$0,36), Bangladesh (US$0,36), Austria (US$0,36), Belgia (US$0,36), Yunani (US$0,34), Denmark (US$0,30), dan Taiwan (US$0,28).