Penggunaan gadget telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang, termasuk pada malam hari sebelum tidur. Aktivitas seperti menonton video, bermain gim, hingga berkomunikasi lewat media sosial kerap dilakukan menjelang waktu istirahat. Namun, kebiasaan ini dapat berdampak pada kualitas tidur dan kondisi tubuh keesokan harinya.
Salah satu faktor yang disorot adalah paparan cahaya biru dari layar gadget. Cahaya ini diketahui dapat menekan produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh mengenali waktu tidur. Ketika melatonin terganggu, tubuh menjadi lebih sulit rileks dan memulai tidur pada waktunya. Dampaknya dapat berupa sulit tidur, durasi tidur yang lebih pendek, serta bangun pagi dengan rasa kurang segar.
Selain paparan cahaya, penggunaan gadget tepat sebelum tidur juga dinilai dapat membuat otak tetap aktif pada saat tubuh seharusnya mulai beristirahat. Menelusuri media sosial, menonton video, atau membaca pesan dapat menunda waktu tidur. Secara teori, kondisi tersebut meningkatkan risiko insomnia ringan, menurunkan performa tubuh saat bangun, dan memicu kelelahan saat beraktivitas pada hari berikutnya.
Untuk membantu menjaga kualitas tidur di tengah tingginya penggunaan gadget, sejumlah langkah sederhana dapat dilakukan. Di antaranya mengurangi penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu transisi menuju istirahat, mengaktifkan fitur penyaring cahaya atau night mode agar cahaya layar lebih lembut, serta mengganti kebiasaan bermain gadget dengan aktivitas yang lebih menenangkan seperti membaca buku, meditasi ringan, atau mendengarkan musik santai.
Membatasi paparan layar di malam hari dan menjaga rutinitas tidur yang teratur dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Dengan istirahat yang lebih baik, tubuh diharapkan lebih siap menjalani aktivitas esok hari tanpa mudah lelah dan kekurangan energi.