Kekayaan para miliarder, termasuk CEO di sektor teknologi, dilaporkan turun total USD 62 miliar atau sekitar Rp 1.045 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.860 per dolar AS). Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran soal potensi gelembung kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan keraguan terhadap valuasi saham, berdasarkan analisis Bloomberg Billionaires Index.
Di antara para miliarder teknologi, CEO Oracle Larry Ellison disebut mengalami penurunan kekayaan paling besar. Dalam beberapa hari terakhir, kekayaannya menyusut sekitar USD 19 miliar atau Rp 320,26 triliun, menyusul aksi jual yang terjadi pada Selasa pekan ini setelah berbulan-bulan muncul pertanyaan mengenai saham perangkat lunak dan dampak AI terhadap sektor tersebut.
Penurunan juga dialami pendiri Amazon Jeff Bezos, dengan kekayaan yang merosot sekitar USD 14 miliar atau Rp 235,98 triliun.
Aksi jual besar-besaran pada Selasa, 2 Februari 2026, yang dipicu oleh alat AI dari Anthropic, turut menekan saham-saham perangkat lunak. Dampaknya, indeks perangkat lunak dan jasa S&P 500 turun hampir 4%, sehingga mendorong penyusutan kekayaan bersih sejumlah pengusaha kaya di industri ini.
Selain itu, tiga pendiri platform periklanan AppLovin mengalami penurunan kekayaan relatif terbesar setelah aksi jual tersebut. CEO AppLovin Adam Foroughi dilaporkan kehilangan 31% kekayaan bersihnya sejak awal tahun, atau sekitar USD 7,8 miliar (Rp 131,47 triliun). Mantan CTO John Krystynak disebut menyusut 30% setelah mengalami kerugian USD 2,4 miliar, sementara rekan pendiri AppLovin Andrew Karam turun 29% dibandingkan posisi awal 2026.
Tekanan pasar juga menjangkau CEO Nvidia Jensen Huang. Meski Nvidia menjadi salah satu perusahaan paling bernilai berkat kemajuan AI, kekayaan Huang turun USD 7 miliar atau Rp 117,99 triliun sejak penurunan harga saham pada awal pekan ini. Secara akumulatif, hampir USD 12 miliar atau Rp 202,27 triliun disebut telah hilang dari kekayaannya sepanjang tahun ini.
Mantan CEO Microsoft Steve Ballmer juga tercatat mengalami penurunan. Dalam sepekan, kekayaannya turun sekitar USD 5 miliar atau Rp 84,2 triliun. Namun sejak awal 2026, hampir USD 29 miliar atau Rp 488,8 triliun dilaporkan lenyap dari kekayaan Ballmer.
Di sisi lain, sektor teknologi tetap dipandang sebagai salah satu sumber pembentukan kekayaan terbesar. Dalam laporan Oxfam 2025 disebutkan 10 miliarder terkaya di Amerika Serikat menambah kekayaan bersih gabungan sebesar USD 698 miliar atau sekitar Rp 11.765 triliun pada periode 2024–2025. Mayoritas dari kelompok tersebut berasal dari industri teknologi, termasuk Larry Ellison, Jeff Bezos, pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin, CEO Meta Mark Zuckerberg, Jensen Huang, Steve Ballmer, serta pendiri Dell Michael Dell. Laporan itu juga menyebut masing-masing dari mereka memperoleh hampir USD 70 miliar tahun lalu.