BERITA TERKINI
Kontes AI Indonesia 2026 Tekankan Kedaulatan Manusia dalam Pemanfaatan Kecerdasan Buatan

Kontes AI Indonesia 2026 Tekankan Kedaulatan Manusia dalam Pemanfaatan Kecerdasan Buatan

JAKARTA – TIMES Indonesia bersama KITA AI menegaskan pentingnya kedaulatan kemanusiaan atas teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam penyelenggaraan Kontes AI Indonesia 2026. Melalui kerangka acuan kontes yang ketat, penyelenggara menempatkan manusia—dengan nilai, etika, dan tanggung jawab—sebagai pengendali utama dalam pemanfaatan AI.

Peneliti AI KITA AI, Fajar Trang Bawana, mengatakan kemajuan AI harus tetap berada di bawah kendali manusia. Menurut dia, AI merupakan alat yang tidak boleh mengambil alih keputusan moral manusia. “AI adalah alat. Ia tidak boleh mengambil alih keputusan moral manusia. Kedaulatan kemanusiaan harus menjadi prinsip utama dalam setiap penggunaan teknologi,” ujar Fajar, Selasa (3/2/2026).

Dalam kontes tersebut, peserta diberi kebebasan menggunakan berbagai tools AI. Namun, mereka tetap diwajibkan mematuhi etika, orisinalitas, serta nilai budaya. Pendekatan ini, menurut penyelenggara, menegaskan posisi manusia sebagai pengarah, sementara AI berperan sebagai instrumen.

Peneliti AI KITA AI lainnya, Theofany Aulia, menilai pengaturan itu penting untuk mencegah dominasi teknologi atas nalar manusia. “Teknologi yang canggih tidak otomatis bermakna. Makna lahir dari keputusan manusia. Di situlah kedaulatan kemanusiaan harus dijaga,” kata Theofany.

Kontes AI Indonesia 2026 juga menekankan aspek etika melalui larangan deepfake, eksploitasi visual, serta kewajiban menghormati norma kesopanan dan budaya lokal. Kebijakan ini diposisikan sebagai praktik menjaga kemanusiaan di era pemanfaatan AI.

Fajar menambahkan, tanpa fondasi nilai, AI berisiko menggerus martabat manusia. “Kecepatan teknologi harus diimbangi kebijaksanaan. Kalau tidak, manusia justru tertinggal secara moral,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Kontes AI Indonesia 2026, TIMES Indonesia dan KITA AI menyampaikan pesan kepada publik dan pelaku industri bahwa pengembangan AI tidak boleh lepas dari tanggung jawab kemanusiaan. Fajar menegaskan arah pengembangan AI di Indonesia harus berpijak pada manusia. “Kita tidak menolak teknologi. Kita menegaskan siapa yang memegang kendali,” katanya.

Dengan menempatkan kedaulatan kemanusiaan sebagai prinsip utama, kontes ini diharapkan menjadi rujukan praktik pemanfaatan AI yang beretika, bertanggung jawab, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.