Di tengah pesatnya transformasi digital, tantangan utama yang dihadapi banyak bisnis dinilai bukan kekurangan alat kerja, melainkan hilangnya konteks dalam proses kerja. Diskusi kerap terjadi di aplikasi chat, keputusan tersimpan di email, sementara eksekusi berjalan di platform lain. Kondisi ini membuat anggota tim menghabiskan banyak waktu untuk koordinasi, alih-alih menyelesaikan pekerjaan inti.
Lark, sebagai platform kolaborasi terpadu, menawarkan pendekatan kerja yang mengurangi perpindahan aplikasi (context switching). Dengan sistem yang disebut mobile-native dan chat-centric, Lark menggabungkan komunikasi, manajemen kerja, persetujuan, hingga kolaborasi dokumen dalam satu alur kerja agar visibilitas eksekusi dapat dipantau oleh seluruh tim.
General Manager APAC Lark, Mark Dembitz, menyatakan produktivitas muncul ketika sistem kerja mampu menyatukan orang, informasi, dan proses dalam alur yang utuh dan berkesinambungan. Ia mengatakan Lark hadir untuk membantu perusahaan membangun cara kerja yang lebih terhubung dan efisien sehingga kolaborasi dan pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih cepat.
Menurut keterangan perusahaan, Lark digunakan di lebih dari 190 negara. Lark juga menyebut platformnya membantu organisasi meningkatkan efisiensi operasional hingga 10 kali lipat, meningkatkan produktivitas hingga 39 persen, serta menurunkan biaya operasional hingga 70 persen.
Berikut lima cara yang dipaparkan Lark untuk mendukung operasional bisnis agar bekerja lebih cerdas di era digital.
1. Menghubungkan percakapan dengan keputusan tanpa kehilangan konteks
Lark menempatkan chat sebagai pusat kerja (work hub), bukan sekadar ruang diskusi. Pesan di dalam percakapan dapat langsung diubah menjadi tugas, dokumen, atau persetujuan tanpa berpindah platform. Dengan cara ini, keputusan tetap terhubung dengan eksekusi, siklus pengambilan keputusan dipersingkat, dan risiko miskomunikasi di dalam tim diklaim dapat berkurang.
2. Menyediakan satu sumber informasi untuk seluruh tim
Untuk menjaga konteks yang sama di seluruh tim, Lark menggabungkan fitur Messenger, Video Meeting, dan Email dalam satu aplikasi. Integrasi ini memungkinkan diskusi, rapat virtual, serta pengelolaan pesan dilakukan tanpa berpindah platform, sekaligus menjaga informasi tetap berada di satu tempat yang bisa diakses dari desktop maupun perangkat mobile.
3. Kolaborasi dokumen real-time dalam satu konteks
Melalui Lark Docs, Sheets, Slides, dan Wiki, tim dapat bekerja pada dokumen yang sama dengan pembaruan real-time. Komentar, revisi, dan penugasan terhubung langsung dengan isi dokumen sehingga kolaborasi dapat berlangsung lebih cepat dan risiko miskomunikasi ditekan. Pendekatan ini disebut membantu keputusan diambil berdasarkan informasi yang konsisten, bukan dari versi dokumen yang berbeda-beda.
4. Meningkatkan visibilitas operasional bagi pimpinan
Lark menyoroti tantangan organisasi berskala besar yang kerap kekurangan visibilitas terhadap progres kerja. Melalui fitur Lark Tasks dan Lark Base, kepemilikan tugas, status progres, hingga kendala dapat dipantau secara real-time dan terhubung dengan percakapan serta dokumen terkait. Dengan demikian, pimpinan dapat memperoleh gambaran menyeluruh tanpa perlu meminta laporan manual secara berulang.
5. Otomatisasi tanpa sistem teknis yang rumit
Untuk perusahaan yang ingin mengotomatisasi proses internal namun terkendala pengembangan teknis, Lark menawarkan fitur Approval dan Workflow Automation. Fitur ini memungkinkan tim membangun alur kerja—mulai dari cuti, reimbursement, hingga persetujuan anggaran—tanpa coding dan tanpa integrasi tambahan. Lark menyatakan pendekatan ini membuat proses operasional lebih cepat, terdokumentasi, dan konsisten tanpa ketergantungan pada pengembangan sistem kustom yang mahal dan memakan waktu.