BERITA TERKINI
LBH Abu Nawas Gandeng Indosat Ooredoo Hutchison Salurkan 1.000 Wifi Portable Gratis untuk Pelosok Bondowoso

LBH Abu Nawas Gandeng Indosat Ooredoo Hutchison Salurkan 1.000 Wifi Portable Gratis untuk Pelosok Bondowoso

Keterbatasan akses internet di wilayah pelosok Kabupaten Bondowoso mendorong Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Abu Nawas menggagas Program 1.000 Wifi Portable Gratis bagi masyarakat. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison sebagai mitra penyedia layanan jaringan.

Imam Besar LBH Abu Nawas, Nurul Jamal Habaib, menyatakan program tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan inisiatif yang telah berjalan sejak 2024. Menurutnya, gagasan itu muncul dari keprihatinan karena masih banyak wilayah terpencil di Bondowoso yang belum mendapatkan akses internet memadai.

Nurul Jamal mengatakan, di lapangan pihaknya menemukan warga harus keluar rumah bahkan naik ke tempat tinggi untuk memperoleh sinyal. Dari kondisi itu, LBH Abu Nawas memilih bergerak melalui program yang dinilai bisa dijalankan tanpa menunggu program besar dengan kebutuhan anggaran besar.

Dalam kerja sama tersebut, LBH Abu Nawas menyalurkan perangkat wifi portable lengkap dengan router, kartu, serta paket data aktif yang siap digunakan. Sistem yang diterapkan tidak berbasis langganan bulanan, melainkan isi ulang seperti pulsa dengan biaya yang disebut berkisar Rp500 hingga Rp1.000 per gigabyte.

Setiap unit wifi portable disebut dapat digunakan hingga 32 perangkat sekaligus. Berdasarkan uji kecepatan yang disampaikan, akses internet mencapai maksimal 80 Mbps dengan rata-rata stabil di kisaran 20 hingga 30 Mbps. Kecepatan ini dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan informasi, pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Program menyasar masyarakat kurang mampu, lembaga pendidikan, serta lembaga sosial dan keagamaan. Sasaran penyaluran juga mencakup masjid, Polsek, dan MWC NU. Target distribusi 1.000 unit ditetapkan hingga 2026 dengan mekanisme penyaluran bertahap serta pendataan yang disebut dilakukan secara transparan.

Nurul Jamal menegaskan pembiayaan program berasal dari dana pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerataan akses digital. Ia berharap perangkat wifi portable dapat membantu masyarakat memproduksi dan mengakses informasi secara mandiri.

Bagi pelaku UMKM, perangkat wifi portable dinilai strategis untuk mendukung promosi dan pemasaran digital karena bersifat mobile dan dapat digunakan dengan bantuan power bank.

Acara penandatanganan kerja sama turut dihadiri KH. Zakaria, Pengasuh PP Darul Wuran Al-Ghozali. Ia menekankan pentingnya akses informasi sebagai sarana kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat. Menurutnya, ketika akses informasi terbuka luas, maka ilmu, dakwah, pendidikan, dan kebaikan dapat terus mengalir dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Melalui kolaborasi ini, LBH Abu Nawas dan Indosat Ooredoo Hutchison menyatakan komitmen untuk memperluas jangkauan Program 1.000 Wifi Gratis sebagai bagian dari upaya pemerataan akses digital, khususnya di wilayah terpencil Bondowoso.