BERITA TERKINI
Mahasiswa BBK 7 UNAIR Gelar Festival Literasi di Desa Sidorukun, Ajak Anak Jauh Sejenak dari Gawai

Mahasiswa BBK 7 UNAIR Gelar Festival Literasi di Desa Sidorukun, Ajak Anak Jauh Sejenak dari Gawai

Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Festival Literasi di Desa Sidorukun, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak dari usia taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP) sebagai upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan desa.

Panitia menyoroti tantangan yang kerap ditemui, yakni anggapan sebagian anak bahwa aktivitas literasi kurang menarik dibandingkan gawai. Literasi juga sering dipersepsikan membosankan dan identik dengan tuntutan akademik. Padahal, kegiatan literasi disebut memiliki manfaat bagi perkembangan emosi, kognitif, hingga aspek sosial anak.

Festival Literasi dirancang dalam bentuk kegiatan edukatif yang menyenangkan melalui permainan dan aktivitas kreatif. Pelaksanaannya juga dikaitkan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas, yang menekankan akses pendidikan dan literasi sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembentukan empat kelompok beranggotakan anak-anak dari jenjang TK hingga SMP. Sesi pertama diisi dengan kegiatan mewarnai gambar secara berkelompok untuk melatih kerja sama dan mempererat kedekatan antarpeserta. Setelah itu, anak-anak mengikuti permainan edukatif, seperti tebak judul lagu anak, tebak kata, serta kuis pengetahuan umum. Permainan tersebut ditujukan untuk melatih daya ingat, konsentrasi, dan kepercayaan diri.

Pada sesi penutup, peserta diajak menonton film dan mengikuti pembagian hadiah bagi pemenang lomba. Anak-anak tampak antusias dan menyampaikan terima kasih atas hadiah yang diterima. Mahasiswa BBK 7 UNAIR turut berperan aktif menciptakan suasana belajar yang dinilai menyenangkan tanpa tekanan, sehingga anak-anak dapat menikmati kegiatan literasi tanpa merasa terbebani.

Penanggung jawab kegiatan Festival Literasi dari Mahasiswa BBK 7 UNAIR menyampaikan bahwa program ini bertujuan melatih kemampuan berpikir anak sekaligus menghadirkan pengalaman literasi yang menyenangkan tanpa tekanan akademik. “Festival literasi ini bisa melatih fokus atau konsentrasi anak terutama dalam kegiatan literasi yang mana dapat dipahami tidak hanya membaca dan menulis namun juga dalam memahami. Dengan adanya kelompok yang berisikan tingkatan atau anak-anak yang berbeda, dinilai dapat melatih kemampuan kerjasama dalam tim yang bagus atau bonding,” ujar Fia selaku PIC Festival Literasi.

Melalui kegiatan ini, panitia menegaskan bahwa literasi tidak harus identik dengan kebosanan maupun tekanan akademik. Literasi dapat dikemas dalam suasana belajar yang menyenangkan dan memberi pengalaman baru bagi anak-anak.