Mahasiswa KKN Kelompok 29 Universitas Peradaban menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan seksual dan literasi penggunaan gawai (gadget) secara bijak bagi siswa SDN Tanggeran 01, Desa Tanggeran. Kegiatan ini berangkat dari perhatian mereka terhadap berbagai tantangan yang dihadapi anak usia sekolah dasar, baik yang muncul dari lingkungan sekitar maupun dari penggunaan layar gawai yang dinilai memiliki risiko besar.
Sosialisasi tersebut mengusung tema “Lindungi Diri dari Pelecehan di Lingkungan Sekolah dan Penggunaan Gadget Secara Bijak”. Tema ini dipilih karena anak usia sekolah dasar dinilai berada pada posisi rentan terhadap pengaruh lingkungan, sekaligus membutuhkan edukasi perlindungan diri yang memadai.
Dalam materi pencegahan kekerasan seksual, mahasiswa KKN menyoroti bahwa persoalan ini kerap menjadi masalah serius di lingkungan sekolah. Mereka menilai minimnya pengetahuan anak mengenai batasan tubuh dan jenis sentuhan yang tidak dibenarkan dapat meningkatkan risiko anak menjadi korban. Karena itu, siswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa tubuh memiliki batasan, tidak semua sentuhan dapat diterima, dan anak berhak mengatakan “tidak” ketika merasa tidak nyaman.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026. Selain membahas perlindungan diri, mahasiswa KKN juga menyampaikan materi mengenai penggunaan gawai secara bijak. Mereka menilai penggunaan gawai berlebihan menjadi kebiasaan yang kerap terjadi di kalangan siswa sekolah dasar, baik untuk kebutuhan pembelajaran maupun hiburan.
Melalui materi literasi gawai, siswa diajak memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Sosialisasi memperkenalkan konsep pembatasan waktu penggunaan gawai dan menekankan bahwa gawai bukan pengganti interaksi sosial di dunia nyata, melainkan alat yang dapat membantu aktivitas.
Mahasiswa KKN menyebut kegiatan ini tidak hanya ditujukan sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang diskusi yang aman bagi anak untuk bertanya dan bercerita. Mereka juga berharap kegiatan ini menjadi pengingat bagi pihak sekolah agar lebih peduli terhadap potensi persoalan di lingkungan sekolah, khususnya terkait kekerasan seksual dan dampak penggunaan gawai.
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih sadar, berani, dan bijak dalam menghadapi lingkungan sosial maupun perkembangan teknologi. Mereka juga menekankan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya melalui pengawasan, tetapi perlu dibarengi edukasi yang berkelanjutan.