Jakarta — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta Google, sebagai salah satu penyelenggara sistem jasa dan produk internet terbesar, ikut membantu mewujudkan keamanan dan kenyamanan berinternet di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Pratikno dalam kegiatan Hari Keamanan Berinternet 2026 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa. Ia mengibaratkan ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital seperti halnya perjalanan haji yang umumnya harus menggunakan pesawat meski ada risiko. Menurutnya, risiko tidak berarti membuat orang berhenti menggunakan layanan, tetapi menuntut pihak penyedia untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna.
"Kita ini kan enggak ada pilihan. Kalau kita pergi haji, pilihannya naik pesawat, walaupun kita tahu ada risiko pesawat jatuh, tapi kan tidak berarti kemudian solusinya jalan kaki. Cuma tolong industri pesawat, rawat pesawat Anda dengan baik, mikirin nasib kita para penumpang. Ya kira-kira begitu juga yang ingin saya katakan kepada Youtube, kepada Google," kata Pratikno.
Pratikno menilai penyusunan panduan penggunaan internet bagi orang tua, guru, anak, dan kelompok lainnya tidak akan efektif jika tidak benar-benar digunakan oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya memastikan panduan tersebut dipahami dan diterapkan.
"Anda (harusnya) bukan sudah membuat guidance, tapi sejauh mana orang Indonesia, guru Indonesia, anak Indonesia, orang tua anak-anak Indonesia menggunakan (panduan). Kalau sudah membuat nggak ada yang digunakan, nggak berguna," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pratikno juga menegaskan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital. Ia meminta penyelenggara platform turut memikul tanggung jawab, seiring manfaat ekonomi yang diperoleh dari pengguna di Indonesia.
"Kita-kita ini sudah tergantung, banyak tergantung kepada Anda. Anda making big money from us. Please, responsible," ucapnya.
Pratikno mengajak seluruh penyelenggara sistem jasa dan produk internet untuk berinovasi bersama agar masyarakat dapat berselancar di dunia maya dengan aman dan nyaman. Ia menyebut pemerintah telah berulang kali melakukan edukasi terkait penggunaan internet, namun menilai edukasi saja tidak cukup.
Menurutnya, perlu ada mekanisme otomasi agar edukasi dapat tersampaikan dan diterapkan secara lebih efektif. Ia mengingatkan dampak negatif penggunaan digital yang dapat merusak fisik dan mental anak.
"Mestinya ada mekanisme otomasi untuk menjamin bahwa edukasi itu delivered gitu. Kalau urusan digital itu sampai merusak fisik, mental anak, kita ini dosa. Dosanya bukan dosa biasa, ini dosa jariah," kata Pratikno.