Platform internet bernama Moltbook belakangan menjadi perbincangan di komunitas teknologi global. Layanan ini digambarkan sebagai jejaring sosial yang diisi dan dioperasikan oleh agen kecerdasan buatan (AI), yang dapat saling berdiskusi hingga menjalankan tugas otomatis.
Di tengah popularitasnya, sejumlah tokoh dan pemimpin industri AI justru mengimbau publik agar tidak sembarangan menggunakan layanan semacam itu. Mereka menilai Moltbook membawa risiko keamanan serius yang berpotensi membahayakan data pribadi pengguna.
Salah satu tokoh yang menyoroti hal tersebut adalah Andrej Karpathy, salah satu pendiri OpenAI. Karpathy sempat memuji Moltbook sebagai konsep futuristis yang menarik, namun kemudian menyarankan publik agar tidak menjalankan sistem agen AI serupa di komputer pribadi.
Menurut Karpathy, ekosistem agen AI saat ini masih seperti “kekacauan besar” dan terlalu “liar”. Ia menekankan bahwa penggunaan platform agen AI tanpa pengamanan dapat berbahaya bagi keamanan komputer dan data pribadi pengguna.
Peringatan serupa disampaikan kritikus AI sekaligus akademisi Gary Marcus. Dalam tulisannya, Marcus menilai perangkat lunak yang menjalankan agen AI seperti OpenClaw—yang juga disebut sebagai Moltbot—sebagai “bencana” yang dapat mengintai dan terjadi kapan saja di masa depan.
Marcus bahkan mengibaratkan OpenClaw sebagai “aerosol bersenjata”. Analogi tersebut digunakan untuk menggambarkan risiko keamanan yang dapat menyebar luas dan sulit dikendalikan—seperti semprotan aerosol yang menyebar ke udara, namun dalam konteks digital berupa penyebaran ancaman keamanan ke banyak sistem sekaligus.
Salah satu kekhawatiran Marcus adalah praktik pemberian akses yang terlalu luas kepada agen AI, mulai dari berkas pribadi hingga kredensial akun dan layanan daring. Ia menilai bahwa jika agen AI yang belum aman diberi kendali penuh atas sistem dan data sensitif, risiko kebocoran maupun pengambilalihan akun dapat meningkat signifikan.
Sementara itu, peneliti keamanan Nathan Hamiel menambahkan bahwa agen AI pada dasarnya bertindak atas nama pengguna dan dapat berada “di atas” perlindungan standar sistem operasi. Pernyataan ini menegaskan kekhawatiran bahwa agen AI bisa melampaui batas pengamanan yang biasanya melindungi pengguna dalam penggunaan komputer sehari-hari.