Serang—Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara, seiring tingginya tingkat keterhubungan internet di Tanah Air. Ia menyebut lebih dari 229 juta penduduk Indonesia, atau sekitar 80% populasi, telah terhubung dengan internet.
Muhaimin mengatakan kondisi tersebut membawa konsekuensi besar terhadap berbagai aspek kehidupan berbangsa. “Fakta ini memberikan pesan yang sangat jelas. Masa depan ekonomi, stabilitas sosial, bahkan kohesi kebangsaan kita sangat dipengaruhi oleh sentimen media dan kualitas informasi,” ujarnya dalam pidato sambutan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten, Senin, 9 Februari 2026.
Menurutnya, situasi ini menegaskan kebutuhan akan pers yang sehat dan bermartabat. Ia menilai pers yang sehat tidak hanya berkaitan dengan kebebasan dan profesionalisme, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekosistem media secara keseluruhan.
Muhaimin menyebut sejumlah unsur yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan tersebut, antara lain keadilan ekonomi, konsistensi etika, serta kemampuan media dalam menjaga kepercayaan publik. Ia juga mengakui insan pers saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan.
“Kita pun juga harus jujur mengaku bahwa rekan-rekan pers saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Di satu sisi tuntutan menghadirkan jurnalisme berkualitas semakin tinggi, di sisi yang lain persoalan insentif ekonomi dan model bisnis media masih menjadi pekerjaan besar kita,” kata Muhaimin.