JAKARTA — Sejumlah operator seluler mulai menghadirkan paket kuota prabayar yang tidak hangus atau dikenal sebagai kuota rollover. Produk ini dinilai menjadi respons atas kebutuhan konsumen yang menginginkan penggunaan data lebih fleksibel, terutama agar sisa kuota dapat tetap dimanfaatkan selama masa aktif paket.
Pengamat telekomunikasi Agung Harsoyo menilai kehadiran kuota rollover merupakan bentuk penyesuaian industri telekomunikasi terhadap perubahan perilaku pengguna. Menurut dia, konsumen kini menginginkan kuota data yang mengikuti masa aktif kartu atau paket yang dibeli.
Agung menjelaskan, pada masa awal layanan seluler hadir di Indonesia, produk yang dominan adalah skema pascabayar dengan tarif berdasarkan penggunaan atau pay-as-you-use. Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, operator kemudian menghadirkan layanan prabayar, namun saat itu tarif berbasis pemakaian masih dinilai mahal oleh konsumen.
Dalam perkembangan berikutnya, operator seluler mulai menawarkan produk paket berbatas waktu untuk layanan suara, SMS, maupun data. Skema paket ini dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bertahan hingga saat ini.
Ia menilai inovasi kini berlanjut melalui kuota rollover yang memungkinkan sisa kuota tetap dapat digunakan selama masa aktif paket. Langkah tersebut, kata Agung, menunjukkan upaya operator menghadirkan pilihan layanan yang semakin beragam bagi pelanggan, mulai dari tarif berbasis penggunaan, paket berbatas waktu, hingga kuota rollover.
Agung juga mengingatkan bahwa industri telekomunikasi di Indonesia berada dalam pengawasan ketat regulator. Karena itu, setiap produk yang ditawarkan harus mengikuti koridor regulasi yang berlaku. Ia menekankan pentingnya transparansi informasi kepada konsumen, termasuk syarat dan ketentuan paket.
Ia menyarankan masyarakat memilih paket sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta mencermati ketentuan yang berlaku agar penggunaan layanan telekomunikasi lebih efektif dan efisien. Di sisi lain, Agung menilai operator perlu memperkuat sosialisasi agar pelanggan lebih memahami keberadaan dan mekanisme produk kuota rollover.