BERITA TERKINI
Paparan Layar Berlebihan Picu Digital Eye Strain, Dokter Imbau Atur Jeda dan Jarak Pandang

Paparan Layar Berlebihan Picu Digital Eye Strain, Dokter Imbau Atur Jeda dan Jarak Pandang

Perkembangan teknologi digital membuat aktivitas masyarakat kian lekat dengan layar monitor dan gadget. Perangkat digital digunakan untuk bekerja, belajar, hingga hiburan karena dinilai memudahkan akses informasi secara cepat dan efisien. Namun, di balik manfaat tersebut, kebiasaan menatap layar terlalu lama juga membawa dampak kesehatan, terutama pada mata.

Paparan layar dalam durasi panjang kini menjadi kebiasaan yang sulit dihindari. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menatap ponsel atau komputer tanpa jeda, baik di kantor maupun di rumah. Kondisi ini kerap memunculkan keluhan seperti mata lelah, kering, perih, hingga pandangan kabur yang sering dianggap sepele.

Sejumlah penelitian di luar negeri menunjukkan adanya keterkaitan antara penggunaan gadget berlebihan dengan penurunan kualitas penglihatan. Pada kelompok tertentu, sekitar 50 hingga 80 persen pengguna dilaporkan mengalami gangguan kesehatan mata akibat terlalu lama menatap layar. Temuan tersebut menjadi sinyal bahwa kebiasaan digital yang tidak terkontrol dapat berdampak serius dalam jangka panjang.

Staff Medis RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dr. Niska Alfisyahrin, Sp.M, menjelaskan keluhan tersebut dikenal sebagai digital eye strain atau sindrom kelelahan mata akibat perangkat digital. Ia menyampaikan hal itu dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu (31/1/2026).

“Saat kita menatap layar terlalu lama, frekuensi berkedip berkurang drastis. Akibatnya mata menjadi kering, cepat lelah, bahkan bisa menimbulkan sakit kepala dan pandangan buram,” ujarnya.

Menurut dr. Niska, bila kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan, gangguan penglihatan dapat berkembang menjadi lebih serius. “Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berpotensi memperparah minus atau gangguan refraksi. Karena itu penting untuk memberi jeda istirahat pada mata dan mengatur jarak pandang dengan layar,” tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat menerapkan pola penggunaan gadget yang lebih sehat, salah satunya dengan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek berjarak 20 kaki selama 20 detik. Dengan kebiasaan sederhana tersebut, risiko gangguan kesehatan mata dapat diminimalkan sehingga pemanfaatan teknologi digital tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan penglihatan.