BERITA TERKINI
Pemkab Manggarai Barat Perluas Akses Internet di Desa Wisata untuk Hapus Blank Spot

Pemkab Manggarai Barat Perluas Akses Internet di Desa Wisata untuk Hapus Blank Spot

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus memperluas akses internet hingga ke desa-desa wisata untuk mendukung digitalisasi pelayanan publik dan penguatan ekonomi berbasis pariwisata. Program ini diarahkan untuk menghapus area tanpa sinyal atau blank spot, terutama di pusat-pusat desa.

Kepala Bidang Layanan Tata Kelola Aplikasi Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Manggarai Barat, Kristianus Panjo Cantra, mengatakan perluasan jaringan internet menjadi prioritas pemerintah daerah mengingat peran strategis konektivitas digital bagi pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara, Sabtu, 7 Februari 2026. “Target kami, seluruh desa, khususnya pusat desa, tidak lagi berada di wilayah blank spot,” kata Kristianus.

Menurutnya, penguatan jaringan diprioritaskan di desa-desa wisata yang kerap dikunjungi wisatawan, seperti Pulau Komodo, Pulau Rinca, Desa Waraloka, Cunca Wulang, serta kawasan pesisir lainnya. Ketersediaan internet dinilai penting untuk mendukung promosi destinasi wisata sekaligus layanan informasi bagi pengunjung.

Dalam pelaksanaannya, Kominfo Manggarai Barat membangun mini Base Transceiver Station (BTS) dengan kapasitas sekitar 8 Mbps. Pembangunan tersebut menyesuaikan kondisi geografis wilayah yang berbukit dan kepulauan serta berstatus daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namun, pengembangan infrastruktur itu juga menghadapi sejumlah kendala teknis.

Kristianus menjelaskan, tantangan utama di lapangan antara lain keterbatasan lahan untuk pembangunan tower karena status lahan umum di beberapa desa. Selain itu, sebagian BTS bergantung pada tenaga surya sehingga kondisi cuaca dapat memengaruhi pasokan listrik dan kualitas sinyal. “Ketika cuaca kurang mendukung, suplai daya bisa terganggu dan berdampak pada kualitas sinyal,” ujarnya.

Meski menghadapi kendala, digitalisasi desa tetap didorong melalui pemanfaatan internet untuk administrasi pemerintahan desa. Salah satu langkah yang diterapkan adalah penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi kepala desa agar pelayanan kependudukan tetap berjalan meski pejabat desa tidak berada di tempat.

Kominfo Manggarai Barat juga mendorong pemanfaatan internet untuk promosi wisata dan pengembangan UMKM. Pemerintah desa didorong memiliki situs web resmi serta mengoptimalkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube melalui peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) untuk memasarkan potensi desa dan produk lokal.

Kristianus mengajak masyarakat memanfaatkan internet secara bijak dan produktif. “Internet harus dimanfaatkan untuk pendidikan, promosi wisata, dan ekonomi kreatif, bukan hanya untuk hiburan semata,” katanya.

Ia berharap pemerintah desa dan masyarakat turut menjaga serta merawat fasilitas internet yang telah dibangun agar layanan tetap berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.