BERITA TERKINI
Penggunaan Gadget Berlebihan Berisiko Ganggu Kesehatan Mata Anak

Penggunaan Gadget Berlebihan Berisiko Ganggu Kesehatan Mata Anak

Penggunaan gadget yang semakin intens pada anak dan remaja di era digital dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait kesehatan mata. Paparan layar dalam durasi lama tanpa jeda berpotensi memicu berbagai gangguan penglihatan yang dapat berdampak jangka panjang.

Dokter spesialis mata sekaligus staf medis RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dr. Niska Alfisyahrin, Sp.M, menjelaskan keluhan yang paling sering muncul akibat penggunaan gadget berlebihan adalah digital eye strain atau kelelahan mata. Kondisi ini ditandai dengan rasa pegal di area mata dan alis, mata terasa berat, serta sulit dibuka.

Selain itu, terdapat risiko dry eye syndrome atau sindrom mata kering. Menurut dr. Niska, anak-anak dan remaja kerap terlalu fokus menatap layar hingga lupa berkedip. “Keluhannya bisa berupa mata perih, terasa mengganjal, merah, hingga berair,” ujarnya dalam dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu, 31 Januari 2026.

Gangguan lain yang juga kerap terjadi adalah penglihatan kabur. dr. Niska menjelaskan, kondisi ini dapat muncul karena mata terus-menerus dipaksa melihat jarak dekat, sehingga kemampuan fokus saat melihat jauh ikut menurun. Pada kelompok usia anak dan remaja, situasi tersebut disebut dapat mempercepat terjadinya miopi atau rabun jauh.

dr. Niska mengimbau orang tua dan pendidik untuk lebih bijak dalam mengatur waktu layar anak serta memastikan adanya jeda istirahat mata secara berkala. Upaya pencegahan sejak dini dinilai penting agar anak dan remaja tetap dapat beraktivitas secara digital tanpa mengorbankan kesehatan mata.