Meningkatnya penggunaan gadget dan media sosial pada anak dan remaja menjadi perhatian tenaga kesehatan. Paparan digital yang berlebihan dinilai dapat mengganggu kesehatan mental anak apabila tidak diimbangi dengan pengawasan orang tua.
Di tengah derasnya arus informasi, anak dan remaja disebut semakin rentan mengalami tekanan psikologis. Dampak yang dapat muncul beragam, mulai dari kecemasan dan stres hingga gangguan kesehatan mental akibat penggunaan gadget yang tidak terkontrol.
Psikolog Anak RSUD Bakti Pajajaran Kota Bogor, Asri Widyastuti, menjelaskan bahwa penggunaan gadget dapat memengaruhi cara kerja otak anak dan remaja. Menurut dia, hal itu berkaitan dengan hormon dopamin yang dapat menimbulkan rasa senang.
“Paparan gadget, terutama video berdurasi pendek, dapat memicu produksi hormon dopamin yang membuat anak merasa senang dan ingin terus menggunakannya,” ujar Asri kepada Tim RRI Bogor, Senin, 2 Februari 2026.
Asri menambahkan, penggunaan media sosial yang berlebihan juga membuat remaja rentan membandingkan dirinya dengan orang lain. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi tanda awal yang perlu diwaspadai orang tua.
“Penggunaan media sosial yang berlebihan membuat remaja mudah membandingkan dirinya dengan orang lain, sehingga orang tua perlu mulai waspada ketika anak ingin terus menempel dengan ponselnya,” katanya.
Meski demikian, Asri menegaskan gadget juga memiliki manfaat positif apabila digunakan secara bijak. Teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan pengembangan diri dengan pendampingan yang tepat.
“Gadget sebenarnya memiliki banyak manfaat positif, tetapi kesehatan mental anak tetap harus dijaga dengan pendampingan, pengawasan, serta komunikasi yang baik antara orang tua dan anak,” tambahnya.
Ia mengimbau orang tua untuk lebih waspada dan aktif mendampingi anak saat menggunakan gadget. Dengan pendampingan yang tepat, manfaat teknologi dapat tetap dirasakan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental anak dan remaja.