BERITA TERKINI
Rata-rata Kecepatan Internet Kabel Indonesia Capai 44,38 Mbps pada Desember 2025

Rata-rata Kecepatan Internet Kabel Indonesia Capai 44,38 Mbps pada Desember 2025

Rata-rata kecepatan internet berbasis kabel serat optik (fixed broadband/FBB) di Indonesia mencapai 44,38 Mbps pada Desember 2025. Data ini tercatat dalam Speedtest Global Index by Ookla yang merangkum laporan kecepatan internet kabel dari 156 negara.

Dibandingkan Desember 2024 yang berada di angka 32,07 Mbps, kecepatan internet kabel Indonesia meningkat 12,31 Mbps atau tumbuh 38,38% dalam setahun. Peningkatan ini ditopang ekspansi jaringan penyelenggara layanan internet (internet service provider/ISP) ke berbagai kota di Tanah Air.

Dengan capaian tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-118 secara global dari 156 negara yang diukur. Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia berada di peringkat ke-9, sama seperti pada Desember 2024.

Di Asia Tenggara, kecepatan internet kabel Indonesia hanya lebih tinggi dibandingkan Myanmar yang berada di urutan ke-10 dengan 29,61 Mbps. Sementara itu, Indonesia masih berada di bawah delapan negara lain di kawasan tersebut, yaitu Singapura, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Laos, dan Kamboja.

Sejumlah ISP yang beroperasi di Indonesia antara lain Biznet, CBN, Icon Plus, IndiHome (Telkomsel), Indosat HiFi, Megavision, MyRepublic, Oxygen.id, Starlink, dan XL Home. Dari sisi jangkauan jaringan dan jumlah pelanggan, layanan internet kabel utama disebut berasal dari Telkomsel, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang disebut telah menjangkau sekitar 40 juta rumah tangga.

Berdasarkan data laporan keuangan 2025 hingga September, Telkom melalui layanan IndiHome yang dijalankan Telkomsel memiliki 10,26 juta pelanggan. Angka ini tumbuh 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 9,37 juta pelanggan.

Di sisi lain, Singapura menjadi negara dengan kecepatan internet kabel terbaik di Asia Tenggara sekaligus tercepat di dunia, dengan catatan 410,68 Mbps pada Desember 2025. Di bawahnya, Vietnam mencatat 287,24 Mbps, disusul Thailand 276,03 Mbps, Malaysia 163,56 Mbps, dan Filipina 102,79 Mbps. Lima negara tersebut tercatat sudah berada di atas 100 Mbps.

Pemerintah menargetkan peningkatan kecepatan internet kabel nasional hingga rata-rata 100 Mbps pada 2029, dengan penetrasi yang lebih baik dan tarif yang terjangkau. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyelesaian lelang pita frekuensi radio 1,4 GHz untuk layanan akses nirkabel pitalebar (broadband wireless access/BWA) untuk regional I, II, dan III.

PT Telemedia Komunikasi Pratama (anak PT Solusi Sinergi Digital/Surge Tbk berkode saham WIFI) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic/Sinar Mas Group) disebut memenangi lelang frekuensi 1,4 GHz untuk layanan BWA pada regional yang berbeda. Kemenangan keduanya disebut tinggal menunggu pengesahan dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, setelah tidak ada sanggahan dari peserta lelang lain, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Surge dan MyRepublic diharapkan berkontribusi dalam upaya mendorong kecepatan rata-rata internet kabel nasional menuju 100 Mbps. Dalam perkembangan terbaru, Surge juga disebut baru meluncurkan layanan internet kabel berkecepatan 100 Mbps dengan tarif Rp100 ribu per bulan.