Kecerdasan buatan (AI) kian bergeser dari sekadar tren teknologi menjadi alat yang mendukung aktivitas harian. Samsung Electronics menempatkan AI bukan lagi sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai bagian inti dari ekosistem perangkat mobile melalui Galaxy AI.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menyatakan visi perusahaan adalah melakukan demokratisasi teknologi. Menurutnya, Galaxy AI dirancang untuk mempermudah hidup pengguna, bukan hanya menonjolkan kecanggihan teknis.
“Evolusi Galaxy AI bukan sekadar tentang peluncuran fitur, melainkan tentang demokratisasi teknologi. Dimulai dari Galaxy S24 di awal 2024, kini kami telah membawa pengalaman AI yang mulus ke lebih dari 400 juta pengguna di seluruh ekosistem perangkat Samsung,” ujar Ilham, dikutip dari Samsung Newsroom, Kamis (29/1/2026).
Samsung memulai langkah besarnya pada awal 2024 lewat peluncuran Galaxy S24 Series. Pada tahap awal, fondasi AI yang dibangun berfokus pada dua aspek, yakni komunikasi dan pencarian informasi. Fitur Live Translate dan Transcript Assist ditujukan untuk mengurangi hambatan bahasa dalam komunikasi lintas negara.
Samsung juga menyoroti relevansi lokal dengan menghadirkan dukungan Bahasa Indonesia secara cepat, yang melengkapi total 20 bahasa hingga akhir 2024. Sementara itu, Circle to Search with Google diperkenalkan untuk memudahkan pengguna mencari informasi secara instan tanpa perlu berpindah aplikasi.
Perusahaan menyebut tahap awal adopsi Galaxy AI mencapai lebih dari 200 juta perangkat secara global dalam waktu kurang dari satu tahun.
Evolusi berikutnya berlanjut pada perangkat lipat generasi terbaru, Galaxy Z Fold6 dan Galaxy Z Flip6. Samsung menyatakan AI dioptimalkan untuk memanfaatkan layar besar dan fleksibilitas desain foldable. Salah satu fitur yang diangkat adalah Live Interpreter Dual Screen untuk mendukung komunikasi dua arah, sementara fitur Generative Edit, Portrait Studio, dan Sketch to Image diarahkan bagi kebutuhan kreator.
Memasuki 2025, Samsung melanjutkan pengembangan melalui Galaxy S25 Series yang diposisikan sebagai “The True AI Companion”. Pada fase ini, Galaxy AI diklaim menjadi lebih personal dan kontekstual dengan kemampuan memahami teks, suara, dan visual secara simultan sehingga perangkat dapat memberikan bantuan yang lebih proaktif.
Samsung menyatakan hingga 2025, lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia telah mengadopsi Galaxy AI dalam keseharian. Perusahaan menilai angka tersebut mencerminkan penerimaan pasar terhadap pendekatan yang menekankan kemudahan penggunaan dan pengalaman pengguna (user experience), sekaligus menjadi sinyal bahwa AI akan memainkan peran penting dalam masa depan pengalaman mobile.