Samsung menegaskan rekam jejak inovasi kamera pada Galaxy S Series yang terus berkembang, dari deteksi pemandangan cerdas (scene detection) hingga pengolahan gambar berbasis AI generasi terbaru. Perusahaan menilai AI kini menjadi teknologi pendukung yang semakin memperkaya kemampuan kamera smartphone, tidak hanya saat pengambilan gambar, tetapi juga dalam proses pengolahan dan penyuntingan.
Menurut Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, peningkatan kualitas foto di smartphone saat ini didorong oleh kombinasi hardware dan software yang kian mumpuni. Ia menyebut Samsung berfokus meningkatkan kecerdasan AI di kamera agar pengguna lebih mudah menghasilkan foto yang bagus dan berkreasi secara praktis serta intuitif.
“Kualitas foto dari smartphone kini semakin sempurna dengan adanya kombinasi antara hardware dan software yang mumpuni. Lebih dari pengembangan teknologi lensa dan sensor kamera, Samsung terus konsisten meningkatkan kecerdasan AI di dalamnya. Semua itu dilakukan karena kami ingin siapa saja bisa mendapatkan foto yang bagus dan berkreasi dengan mudah. Oleh karena itu, kami berupaya menghadirkan pengalaman yang responsif melalui berbagai kecanggihan AI di fitur kamera terdepan,” ujar Ilham.
Samsung juga menggambarkan arah perkembangan mobile photography pada 2026, ketika AI disebut mengambil peran yang semakin utama. Perannya bergeser dari pemrosesan gambar pasif, seperti HDR otomatis, menuju kemampuan generatif aktif seperti Generative Fill dan real-time editing. Fokusnya tidak lagi sekadar menghasilkan foto yang tajam, tetapi bagaimana AI memahami scene, subjek, dan kebutuhan pengguna, sekaligus membantu menyempurnakan hasil akhir termasuk pada tahap editing.
Di Indonesia, tren tersebut dinilai relevan karena smartphone menjadi perangkat utama untuk membuat konten media sosial, merekam momen keluarga, memotret dalam kondisi menantang seperti low light, serta menghasilkan video yang stabil tanpa perangkat tambahan.
Samsung menyatakan pengembangan AI pada kamera Galaxy S Series dilakukan secara bertahap. Sejak memperkenalkan scene detection pada 2018, perusahaan melanjutkan evolusi computational photography di lini flagship sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan pengalaman pengguna, mulai dari pengambilan gambar hingga penyuntingan.
Dalam paparan jejak inovasinya, Samsung membagi perkembangan AI kamera Galaxy S Series ke beberapa era. Pada era awal, melalui Galaxy S9, perusahaan menghadirkan fitur Super Slow-mo yang mampu mendeteksi gerakan secara otomatis untuk membantu menangkap momen bergerak cepat. Kemudian Galaxy S20 Ultra memperkenalkan AI Space Zoom 100x yang memungkinkan pengguna melihat detail dari jarak jauh.
Pada era stabilisasi dan portrait, Galaxy S21 Series dan S22 Series disebut menyesuaikan kebutuhan pengguna yang semakin sering membuat vlog dan foto portrait. AI digunakan untuk menganalisis gerakan pada fitur Super Steady agar video tetap mulus tanpa gimbal tambahan. AI juga diterapkan untuk menyempurnakan skin tone yang natural pada mode Portrait.
Selanjutnya, pada era Nightography dan ProVisual, Galaxy S23 Series hingga Galaxy S25 Series menekankan pemotretan malam dan pemrosesan yang lebih komprehensif. Galaxy S23 Ultra mengusung sensor 200MP dengan pemrosesan AI untuk Nightography yang lebih detail. Sementara itu, Galaxy S24 Series dan Galaxy S25 Series dibekali ProVisual Engine, mesin AI yang disebut dilatih dengan lebih dari 400 juta dataset dan mendukung fitur seperti Photo Assist serta Generative Edit untuk memberi fleksibilitas dalam proses editing.
Untuk 2026, Samsung menyebut tren mobile photography diprediksi semakin didominasi kemampuan generative AI yang menekankan kecepatan, kemudahan, dan personalisasi hasil. “Seiring dengan fungsi AI yang semakin luas dan canggih, kami akan terus meningkatkan kapabilitas AI di kamera Samsung dan fitur-fitur lain di smartphone Samsung. Dengan begitu, konsumen dari berbagai kalangan, mulai dari content creator hingga penggemar fotografi, bisa semakin menjadikan smartphone Samsung sebagai pilihan utama untuk membuat konten-konten terbaik, kapan saja dan di mana saja,” tambah Ilham.
Samsung menyimpulkan bahwa penggabungan warisan inovasi optik dan kekuatan AI menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman fotografi yang lebih responsif, sekaligus memberi ruang lebih besar bagi pengguna untuk menangkap momen dan berkreasi.