BERITA TERKINI
Selain IP Rating, Ini Sejumlah Sertifikasi yang Menunjukkan Ketahanan dan Standar Keamanan Ponsel

Selain IP Rating, Ini Sejumlah Sertifikasi yang Menunjukkan Ketahanan dan Standar Keamanan Ponsel

Ketahanan sebuah ponsel tidak hanya bisa dilihat dari IP rating yang berkaitan dengan perlindungan terhadap debu dan air. Sejumlah sertifikasi lain juga kerap menjadi penanda bahwa perangkat telah melewati pengujian tertentu, baik terkait daya tahan fisik, aspek keselamatan penggunaan, hingga pemenuhan regulasi di Indonesia.

Berikut beberapa sertifikasi yang umum dijumpai pada ponsel dan dapat menjadi pertimbangan saat memilih perangkat.

Sertifikasi militer MID-STD-810H

MID-STD-810H adalah sertifikasi yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Sertifikasi ini digunakan untuk menunjukkan bahwa ponsel mampu bertahan dari berbagai trauma fisik, seperti tertusuk, tergores, terkena benda tumpul, atau jatuh dari ketinggian hingga 2 meter.

Standar ini kerap diasosiasikan dengan kebutuhan pengguna outdoor atau mereka yang membutuhkan perangkat lebih tangguh. Sejumlah ponsel rugged seperti Ulefone Armor 33 Pro dan Oukitel WP60 disebut dibekali sertifikasi ini. Di sisi lain, beberapa ponsel konvensional seperti OPPO A6 Pro juga telah memilikinya.

Sertifikasi TÜV Rheinland

Technischer Überwachungsverein (TÜV) Rheinland merupakan perusahaan independen yang melakukan pengujian terhadap barang elektronik untuk menilai aspek keamanan. Mengacu pada ViewSonic Library, pengujian sertifikasi TÜV Rheinland mencakup berbagai tes, antara lain uji ketahanan dengan menjatuhkan ponsel, paparan suhu ekstrem, serta pengujian tekanan udara.

Jika perangkat lolos rangkaian uji tersebut, ponsel dinyatakan aman untuk pengguna, dapat dipakai sehari-hari, memenuhi standar, dan dinilai tidak menimbulkan risiko berbahaya.

Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)

Di Indonesia, salah satu sertifikasi yang berkaitan dengan pemenuhan ketentuan pemerintah adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan ditujukan untuk mendukung kemajuan industri dalam negeri.

Proses sertifikasi dilakukan dengan memasukkan unsur atau bahan lokal ke dalam sebuah produk dengan persentase tertentu agar memenuhi syarat. Disebutkan pula bahwa Apple dapat memperoleh sertifikasi TKDN melalui skema investasi, yang berbeda dari skema yang digunakan sebagian perusahaan lain.

Sertifikasi Eyesafe

Sertifikasi Eyesafe berfokus pada aspek kenyamanan dan kesehatan mata. Mengacu pada informasi dari laman resmi Eyesafe, sertifikasi ini bertujuan mengurangi efek cahaya biru sambil tetap mempertahankan warna yang cerah di layar.

Sertifikasi Eyesafe tidak hanya ditemukan pada ponsel, tetapi juga pada perangkat lain seperti TV, monitor, dan laptop. Sejumlah merek yang disebut telah tersertifikasi antara lain HP, ASUS, BenQ, LG, Acer, Lenovo, Gigabyte, dan MSI. Pengembangan sertifikasi ini juga dilakukan bersama oftalmolog (dokter spesialis mata) serta optometris (ahli optometri) terkemuka.

Dengan memahami ragam sertifikasi tersebut, konsumen dapat menilai perangkat secara lebih menyeluruh—tidak hanya dari klaim ketahanan, tetapi juga dari standar pengujian, kepatuhan regulasi, dan aspek kenyamanan penggunaan.