BERITA TERKINI
Starlink Terganggu di Langit Iran, Jamming GPS dan Pemadaman Internet Jadi Pemicu

Starlink Terganggu di Langit Iran, Jamming GPS dan Pemadaman Internet Jadi Pemicu

Pemerintah Iran dilaporkan melancarkan operasi perang elektronik dengan mengacak sinyal GPS (jamming) untuk mengganggu kinerja terminal satelit Starlink. Langkah ini disebut sebagai upaya membatasi akses komunikasi independen di tengah pengetatan informasi, ketika pemerintah juga memberlakukan pemadaman internet total (blackout) sebagai bagian dari penanganan gelombang protes yang dipicu krisis ekonomi.

Gangguan teknis tersebut dilaporkan mulai terjadi sejak Kamis lalu dan secara spesifik menargetkan sistem navigasi pada perangkat penerima. Dengan terganggunya GPS, terminal Starlink dapat mengalami kesulitan beroperasi normal, sehingga akses internet berbasis satelit yang semula dipandang sebagai alternatif saat jaringan lokal dibatasi menjadi tidak stabil.

Menurut Mahsa Alimardani, Spesialis Represi Digital dari organisasi Witness, gangguan sinyal terjadi secara masif sejak awal pemadaman. Dampaknya disebut mengenai sekitar 50.000 hingga 100.000 terminal Starlink yang diperkirakan beroperasi di Iran.

Meski demikian, serangan ini disebut tidak sepenuhnya efektif. Sejumlah rekaman video kekerasan masih dapat diunggah ke luar negeri. Namun para ahli juga menilai Starlink belum dapat menjadi solusi cepat bagi sekitar 90 juta penduduk yang terdampak isolasi komunikasi akibat pembatasan internet.

Wacana pemanfaatan teknologi direct-to-cell, yakni koneksi satelit langsung ke ponsel, juga dinilai menghadapi kendala besar. Teknologi ini memerlukan investasi mahal serta pembelian spektrum frekuensi radio agar bisa beroperasi tanpa bergantung pada operator lokal, sehingga dianggap sebagai langkah jangka panjang yang sulit diwujudkan dalam situasi darurat.

Efektivitas pemadaman internet total di Iran disebut terkait dengan sentralisasi infrastruktur telekomunikasi yang dibangun setelah kerusuhan 2009. Dalam struktur tersebut, Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan menguasai 51% saham perusahaan telekomunikasi negara dan memiliki kendali atas gerbang internet (gateways) nasional. Dengan struktur ini, pemerintah dapat memutus akses secara luas melalui perintah kepatuhan kepada penyedia layanan internet (ISP).

Di sisi lain, laporan tersebut juga menyinggung bahwa meskipun Starlink memanfaatkan satelit, pasokan internet tetap bergantung pada stasiun bumi penyedia layanan. Artinya, sekalipun jamming GPS tidak dilakukan, akses internet berbasis satelit di atas wilayah Iran tetap dapat terdampak jika pemerintah meminta penyedia layanan menghentikan pasokan internet.

Situasi ini terjadi di tengah protes yang dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 646 demonstran, sementara pemerintah berupaya membatasi arus informasi keluar-masuk negara melalui kombinasi pemadaman internet dan gangguan teknis terhadap jalur komunikasi alternatif.