Peran internet dan aplikasi di ponsel pintar kian menentukan pergeseran masyarakat dari transaksi tunai menuju pembayaran digital. Di tengah masa transisi penggunaan transaksi non-tunai di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, sebuah penelitian menyoroti dua faktor yang dinilai berpengaruh: kualitas jaringan internet dan kemudahan penggunaan aplikasi.
Penelitian yang dilakukan peneliti dari Universitas Airlangga ini bertujuan menjawab pertanyaan tentang seberapa besar kualitas internet sebagai infrastruktur digital serta kemudahan aplikasi pada ponsel pintar mendorong masyarakat lebih aktif memakai pembayaran digital. Pemahaman atas faktor pendorong tersebut dipandang penting tidak hanya bagi pengguna, tetapi juga bagi penyedia layanan internet, pengembang aplikasi, dan pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang lebih baik.
Dalam penelitian yang melibatkan 118 alumni SMA Negeri 1 Medan, temuan menunjukkan hubungan yang konsisten antara kualitas internet, penggunaan aplikasi, dan intensitas pembayaran digital. Pertama, kualitas jaringan internet yang baik dan merata berkaitan dengan meningkatnya kenyamanan dan frekuensi penggunaan berbagai aplikasi di ponsel, mulai dari aplikasi belanja, pesan makanan, hingga layanan perbankan.
Kedua, kualitas internet yang prima juga berkaitan dengan peningkatan penggunaan pembayaran digital. Ketika koneksi stabil dan sinyal kuat, pengguna dinilai lebih percaya diri melakukan transaksi melalui QRIS, dompet digital, maupun mobile banking karena prosesnya lebih cepat dan praktis.
Ketiga, kemudahan penggunaan aplikasi turut berperan dalam mendorong pembayaran digital menjadi pilihan. Aplikasi yang sederhana, mudah dipahami, dan praktis disebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk bertransaksi secara digital dibanding menggunakan uang tunai.
Temuan tersebut memunculkan sejumlah implikasi. Bagi masyarakat, akses internet yang lebih baik dan aplikasi yang mudah digunakan dinilai membuka lebih banyak pilihan transaksi sehari-hari dan membuat aktivitas lebih efisien. Bagi perusahaan telekomunikasi, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas jaringan dan perluasan jangkauan layanan ke berbagai wilayah untuk mendukung percepatan ekonomi digital.
Sementara itu, pengembang aplikasi didorong untuk terus merancang layanan yang tidak hanya canggih, tetapi juga mudah dioperasikan oleh pengguna dari beragam latar belakang. Di sisi lain, pemerintah dapat memanfaatkan temuan ini sebagai masukan untuk kebijakan yang mendukung pemerataan akses internet berkualitas serta penguatan keamanan transaksi digital.
Meski dilakukan pada satu komunitas alumni, peneliti menyebut temuan tersebut relevan untuk melihat arah perubahan perilaku transaksi di masyarakat. Ke depan, penelitian serupa di komunitas lain diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang cara memaksimalkan manfaat teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.