PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) (IDX: WIFI) menjalin kemitraan strategis dengan PT Bina Karya (Persero) untuk mendukung perencanaan, pengembangan, dan perluasan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas digital di kawasan ibu kota baru melalui penyebaran infrastruktur yang andal, terukur, dan berorientasi masa depan.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan jaringan fiber optik, infrastruktur akses broadband, sistem konektivitas terintegrasi, serta berbagai solusi digital lain yang dibutuhkan untuk mendukung operasional pemerintah, bisnis, dan komunitas perumahan di IKN. Infrastruktur TIK disebut menjadi elemen penting dalam mewujudkan Nusantara sebagai pusat administrasi dan ekonomi baru yang cerdas, berkelanjutan, dan inklusif.
Menurut kedua pihak, penguatan infrastruktur digital di IKN diharapkan dapat mendorong layanan publik yang lebih efisien, mendukung tata kelola digital, mempercepat aktivitas ekonomi, serta memastikan akses konektivitas yang lebih merata bagi para pemangku kepentingan di ibu kota baru.
Kemitraan ini juga disebut selaras dengan prioritas nasional untuk mempercepat pengembangan infrastruktur digital di Indonesia. SURGE membawa pengalaman teknis dan operasional dalam pembangunan konektivitas digital, sementara PT Bina Karya memiliki mandat dan peran dalam proyek pembangunan nasional strategis. Sinergi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan jangka panjang dalam penyebaran infrastruktur.
Presiden Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Yune Marketatmo, menyatakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan infrastruktur digital nasional. “Nusantara bukan hanya ibu kota baru, tetapi juga simbol masa depan Indonesia. Melalui kolaborasi erat dengan PT Bina Karya, kami bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan ekosistem TIK yang tangguh, terukur, dan tahan masa depan yang dapat mendukung layanan pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memungkinkan akses digital inklusif bagi masyarakat di IKN,” kata Yune dalam siaran pers, Kamis (12/2).
Yune menambahkan, SURGE memandang infrastruktur digital sebagai penggerak utama daya saing nasional jangka panjang. “Konektivitas yang andal sangat penting untuk membuka produktivitas, inovasi, dan inklusi sosial. Keterlibatan kami dalam pengembangan infrastruktur TIK di Nusantara mencerminkan visi jangka panjang SURGE untuk berperan aktif dalam membangun fondasi digital Indonesia, tidak hanya di IKN tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem digital nasional yang lebih luas,” ujarnya.
Selain pembangunan jaringan, kedua perusahaan juga akan menjajaki peluang adopsi teknologi inovatif dan praktik terbaik dalam pengembangan infrastruktur TIK. Langkah ini diarahkan agar sistem digital Nusantara dapat memenuhi kebutuhan masa depan dengan tetap menjaga standar keamanan, keandalan, dan keberlanjutan.
Direktur Utama PT Bina Karya (Persero), Boyke Prasetyanto, menyebut kemitraan ini didorong oleh ketersediaan layanan internet terjangkau sebagaimana disampaikan dalam pidato Presiden. “Berdasarkan pidato Presiden, tersedia layanan internet terjangkau, yaitu SURGE. Inilah yang mendorong PT Bina Karya (Persero) untuk bermitra dengan SURGE,” kata Boyke.
Ia menjelaskan SURGE akan menawarkan layanan akses nirkabel tetap, yakni IRA. Meski IRA akan beroperasi di Jawa, Papua, dan Maluku, layanan SURGE lainnya seperti FTTH disebut dapat melayani sekitar 25.000 penduduk ibu kota, sehingga masyarakat dapat mengakses internet melalui layanan SURGE dengan biaya lebih rendah. “Semoga kolaborasi ini dapat mendukung pengembangan teknologi komunikasi di ibu kota Nusantara,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, SURGE juga menilai terdapat potensi kontribusi bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan, antara lain lewat perluasan portofolio proyek strategis, peningkatan potensi pendapatan berulang, serta penguatan posisi dalam pengembangan infrastruktur digital nasional. Di sisi lain, kolaborasi diharapkan mendukung terciptanya lingkungan digital terintegrasi di IKN, termasuk untuk komunikasi yang lebih mulus, aplikasi kota pintar, dan peningkatan kualitas hidup bagi penduduk, pelaku usaha, serta lembaga pemerintah yang beroperasi di Nusantara.