BERITA TERKINI
Wall Street Ditutup Melemah, Kekhawatiran Persaingan AI Tekan Saham Teknologi

Wall Street Ditutup Melemah, Kekhawatiran Persaingan AI Tekan Saham Teknologi

NEW YORK — Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/2/2026) waktu setempat. Pelemahan terjadi di tengah kekhawatiran investor bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) dapat memicu persaingan yang lebih ketat di industri perangkat lunak dan berpotensi menekan margin keuntungan.

Sentimen tersebut menguat menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Alphabet dan Amazon, yang dijadwalkan melaporkan kinerja pada pekan ini.

Pada penutupan perdagangan, indeks S&P 500 turun 0,84 persen ke level 6.917,81. Indeks Nasdaq Composite melemah lebih dalam 1,43 persen ke posisi 23.255,19, sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,34 persen ke level 49.240,99.

Secara sektoral, enam dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 berakhir di zona merah. Sektor teknologi informasi memimpin penurunan setelah anjlok 2,17 persen.

Aktivitas transaksi juga meningkat. Volume perdagangan saham di bursa AS tercatat mencapai 23,5 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 19,6 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Tekanan paling besar terjadi pada saham-saham raksasa teknologi yang terkait dengan AI. Saham Nvidia dan Microsoft masing-masing melemah hampir 3 persen. Saham Alphabet turun 1,2 persen menjelang laporan keuangan pada Rabu, sedangkan saham Amazon terkoreksi 1,8 persen menjelang rilis kinerja kuartalan pada Kamis.

Dalam beberapa bulan terakhir, investor disebut semakin selektif terhadap saham-saham bertema AI. Pasar menuntut bukti imbal hasil yang terukur dari besarnya investasi perusahaan pada teknologi tersebut.

Fokus pelaku pasar pada Selasa turut bergeser ke perusahaan perangkat lunak yang dinilai berpotensi menghadapi tekanan persaingan lebih ketat serta penurunan margin akibat kemajuan AI. Salah satu pemicu kekhawatiran pasar adalah peluncuran alat hukum oleh Anthropic untuk chatbot AI Claude.

“Kami melihat banyak nama perusahaan perangkat lunak yang dianggap sebagai perusahaan yang mungkin akan terganggu ketika kita mulai melihat kemajuan kecerdasan buatan. Kita melihat banyak perusahaan perangkat lunak di berbagai sektor mengalami penurunan,” ujar Art Hogan, Kepala Strategi Pasar di B. Riley Wealth.