PT XL Axiata Tbk (XLSmart) memprediksi trafik internet akan meningkat sekitar 20 hingga 30 persen selama periode Ramadhan hingga Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi potensi kepadatan jaringan, perusahaan mengandalkan perluasan layanan 5G yang dinilai lebih efisien dalam mendukung kebutuhan data pelanggan.
Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, mengatakan efisiensi jaringan 5G dapat membantu mengurangi beban jaringan 4G, terutama ketika pelanggan menggunakan perangkat yang sudah mendukung 5G. Saat ini, layanan 5G XLSmart disebut telah menjangkau 33 kota/kabupaten di Indonesia.
“33 kota sudah on 5G, 5G kan more efficient, efisiensi tinggi. Jadi, pelanggan yang ada perangkat 5G akan ke 5G, dan 4G bebannya berkurang,” ujar Shurish Subbramaniam di Kantor XLSmart, Jakarta, Rabu (11/2).
Menurut perusahaan, perluasan dilakukan dengan menambah cakupan 5G ke 20 kota/kabupaten baru, melengkapi 13 kota/kabupaten yang lebih dulu terlayani. Jaringan 5G XLSmart kini tersedia di sejumlah wilayah, antara lain Jakarta, Blora, Demak, Grobogan, Jepara, Kudus, Tuban, Binjai, Bantul, Banjarmasin, Deli Serdang, Medan, Boyolali, Karanganyar, Depok, Tangerang Selatan, Denpasar, Badung Bali, Semarang, dan Makassar.
Periode Ramadhan dan Lebaran dinilai menjadi momen krusial bagi industri telekomunikasi karena kenaikan trafik internet yang berpotensi tinggi. XLSmart memperkirakan utilisasi jaringan di area tujuan mudik dapat mencapai 60–70 persen, dengan peningkatan signifikan di kota-kota utama Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama di jalur mudik serta kawasan wisata.
Perusahaan juga memperkirakan kenaikan trafik terjadi di hampir semua wilayah, dengan Pulau Jawa menjadi kontributor utama. Untuk mendukung kesiapan jaringan, XLSmart menyiagakan lebih dari 100 Mobile Base Transceiver Station (MBTS) di titik-titik strategis, termasuk sekitar 60 MBTS 5G. Penempatan MBTS tersebut disebut banyak difokuskan di wilayah Jawa.
Selain penguatan infrastruktur, XLSmart menyatakan telah menyiapkan jaringan yang disebut AI-Ready untuk membantu mengidentifikasi lonjakan trafik secara real-time dan menyeimbangkan kapasitas jaringan secara otomatis. Sistem ini dirancang untuk memantau penurunan pengalaman layanan dan menyesuaikan kapasitas ketika terjadi peningkatan trafik mendadak.
Kesiapan jaringan juga disesuaikan dengan tren penggunaan data yang terus berkembang. XLSmart memperkirakan layanan video streaming seperti TikTok dan YouTube akan mengalami kenaikan, di samping penggunaan media sosial lainnya. Perusahaan menyiagakan sumber daya untuk menjaga kualitas layanan selama periode tersebut.
Untuk memastikan operasional berjalan stabil, tim pemeliharaan dan optimisasi jaringan akan siaga penuh selama masa mudik. Pusat Operasi Jaringan (NOC) XLSmart beroperasi 24 jam sehari untuk memantau kondisi jaringan, sementara tim lapangan disiapkan untuk menangani gangguan bila diperlukan. Pemantauan jaringan di seluruh wilayah operasi juga dilakukan dari kantor pusat melalui fasilitas pusat monitoring Customer Experience & Service Operation Center (CESOC).