BERITA TERKINI
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Tutup Blank Spot dan Perkuat Mitigasi Bencana

BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Tutup Blank Spot dan Perkuat Mitigasi Bencana

Yogyakarta, 6 Februari 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem mitigasi bencana hidrometeorologi nasional melalui pengembangan radar cuaca non-polarimetrik hasil inovasi dalam negeri. Pengembangan ini ditujukan untuk menutup celah wilayah blank spot yang belum terjangkau radar cuaca operasional di sejumlah daerah di Indonesia.

Proyek tersebut didanai melalui program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Radar dirancang sebagai perangkat pendukung yang bersifat mobile, sehingga dapat ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Dalam kunjungan kerja ke lokasi riset pengembangan radar cuaca non-polarimetrik di Yogyakarta, Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., menekankan pentingnya keamanan operasional dan legalitas teknologi. Ia meminta agar inovasi tersebut dilengkapi perlindungan paten yang bersifat universal, sehingga dapat dikembangkan dan diimplementasikan pada berbagai produk teknologi di masa depan.

“Pengembangan radar ini harus mengedepankan keselamatan operasional serta memiliki dasar hukum yang kuat melalui paten, agar fleksibel dan berkelanjutan,” ujar Teuku Faisal.

Riset pengembangan radar cuaca non-polarimetrik telah berlangsung sejak 2020. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi tim periset BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra industri PT Solusi 247. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian teknologi nasional dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.

BMKG menegaskan radar ini tidak ditujukan untuk menggantikan sistem radar yang telah ada, melainkan sebagai instrumen pendamping untuk menyediakan informasi cuaca secara real-time kepada masyarakat. Setelah melalui proses sertifikasi dan standarisasi, BMKG menyatakan akan mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk agar dapat dimanfaatkan secara luas.

Pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini diharapkan memperkuat kedaulatan teknologi nasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem, sekaligus menunjukkan kapasitas talenta lokal dalam menghasilkan inovasi teknologi yang berdampak pada keselamatan publik.