Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar melakukan kunjungan kerja ke Singapura untuk membahas penguatan riset dan inovasi kesehatan. Agenda ini menyoroti pengembangan Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) serta percepatan pengembangan obat inovatif nasional.
Dalam pertemuan dengan Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), Taruna berdiskusi mengenai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Ia bertemu dengan Yong Sim Seah dan jajaran Biomedical Research Council untuk membahas peluang kolaborasi strategis.
Taruna menyampaikan bahwa diskusi difokuskan pada riset inovatif, termasuk pengembangan terapi lanjutan berbasis teknologi mutakhir. BPOM juga menyiapkan regulasi melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang ATMP sebagai salah satu landasan penguatan tata kelola di bidang tersebut.
Selain penguatan regulasi ATMP, BPOM mengoptimalkan mekanisme investigational new drug (IND) untuk mempercepat pengembangan obat inovatif. Langkah ini diharapkan mendorong kemajuan industri farmasi nasional melalui pendekatan berbasis sains dan regulasi yang adaptif.
“Kami menantikan diskusi yang produktif lebih lanjut dengan A*STAR terkait berbagai bidang kepentingan bersama. Khususnya dalam pengembangan produk terapi lanjutan,” kata Taruna dalam kunjungan kerja di Singapura, Selasa, 21 April 2026.
Ia juga menyebutkan, saat ini terdapat lima fasilitas sel punca yang telah memperoleh sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP). Sementara itu, 34 fasilitas lainnya masih mendapatkan pendampingan regulatori dari BPOM secara berkelanjutan.
Dari pihak Singapura, A*STAR mengapresiasi pendekatan BPOM, termasuk model kolaborasi Academia-Business-Government dalam mempercepat translasi riset. Pendekatan tersebut dinilai dapat meningkatkan inovasi manufaktur serta memperluas akses terapi secara lebih cepat.
A*STAR turut melihat peluang kerja sama lanjutan melalui penyelarasan regulasi dan penguatan infrastruktur riset. Mereka juga membuka ruang diskusi teknis lebih mendalam untuk mendukung pengembangan kapasitas riset ke depan.
Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Taruna mengunjungi Singapore General Hospital (SGH) untuk mempelajari sistem kesehatan berbasis bukti. “Kami memandang SGH sebagai pusat unggulan di kawasan, khususnya dalam pendekatan terintegrasi antara layanan klinis, riset, serta penggunaan produk medis yang aman dan efektif,” ujarnya.
Melalui kunjungan bilateral ini, BPOM menegaskan komitmennya memperkuat sistem regulasi yang adaptif, transparan, dan berbasis bukti ilmiah. Pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan kesehatan di Singapura juga diharapkan mendorong kesinambungan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan kesehatan global, sekaligus memperkuat dukungan bagi pengembangan sistem kesehatan nasional.