BERITA TERKINI
Brida Sumenep Kelola Anggaran Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Program Riset dan Inovasi Daerah

Brida Sumenep Kelola Anggaran Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Program Riset dan Inovasi Daerah

Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Sumenep mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 1 miliar untuk mendukung program riset dan inovasi daerah. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat perumusan kebijakan berbasis data sekaligus mendorong lahirnya inovasi di sejumlah sektor strategis.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Brida Sumenep, Abd. Kahir, mengatakan seluruh anggaran itu ditempatkan dalam satu program utama, yakni program penelitian dan pengembangan daerah. Program tersebut mencakup beberapa kegiatan riset dan inovasi dengan total anggaran lebih dari Rp 1 miliar.

Menurut Kahir, rincian alokasi anggaran meliputi penelitian dan pengembangan bidang pemerintahan sebesar Rp 132 juta. Sementara penelitian bidang sosial dan kependudukan dianggarkan Rp 600 juta. Adapun penelitian bidang ekonomi dan pembangunan disediakan Rp 150 juta, serta bidang inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi sebesar Rp 163 juta.

Ia menjelaskan pembagian anggaran itu disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan isu-isu strategis yang memerlukan kajian ilmiah sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah. “Melalui riset dan inovasi ini, kami ingin memastikan kebijakan pemerintah memiliki dasar kajian yang kuat,” ujarnya.

Kahir menuturkan fokus dan tema penelitian pada tahun ini secara umum tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, ia berharap hasil riset dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih aplikatif untuk pembangunan daerah.

“Program penelitian dan pengembangan daerah ini kami harapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat Sumenep,” tegasnya.

Selain itu, Brida Sumenep menyatakan komitmennya untuk terus mendorong riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah. Kahir menambahkan pihaknya juga akan memperkuat kolaborasi dengan akademisi, peneliti, dan para pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan kualitas pelayanan publik serta daya saing daerah melalui riset dan inovasi.