BERITA TERKINI
Cara Memantau Banjir Jakarta Secara Real Time lewat JAKI, Situs BPBD, dan Google Maps

Cara Memantau Banjir Jakarta Secara Real Time lewat JAKI, Situs BPBD, dan Google Maps

Hujan yang terus mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bogor, sejak Jumat (20/2/2026) dini hari meningkatkan potensi genangan di sejumlah ruas jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan bahwa curah hujan berintensitas tinggi berisiko menimbulkan genangan dengan ketinggian bervariasi di beberapa titik rawan. Untuk mengantisipasi dampaknya, masyarakat dapat memantau informasi banjir secara real time melalui sejumlah platform resmi.

Genangan air bukan hanya berpotensi memicu kemacetan, tetapi juga dapat merusak kendaraan, mulai dari mogok pada sepeda motor hingga water hammer pada mobil. Berikut beberapa cara memantau kondisi banjir dan genangan di Jakarta.

1. Aplikasi Jakarta Kini (JAKI)
Aplikasi Jakarta Kini (JAKI) menyediakan fitur pemantauan banjir melalui menu JakPantau. Pengguna dapat memilih opsi Info Banjir, lalu menyesuaikan tanggal dan waktu pemantauan.

Peta yang tersedia akan menampilkan titik genangan dengan kode warna berbeda sesuai kedalaman air. Informasi ini dapat membantu pengendara memperkirakan tingkat risiko sebelum melintas.

Untuk mengunduh aplikasi, pengguna Android dapat mengakses melalui tautan https://play.google.com/, sedangkan pengguna iOS melalui tautan https://www.apple.com/id/app-store/.

2. Situs resmi BPBD DKI Jakarta
BPBD DKI Jakarta juga menyediakan data banjir terkini melalui laman resmi InfoBanjir. Di dalamnya terdapat informasi jumlah RT terdampak, wilayah tergenang, hingga tinggi muka air di pos pantau.

Masyarakat juga dapat mengakses peta banjir Jakarta serta laporan data banjir per jam yang menampilkan sebaran genangan, mulai dari tingkat RT hingga ruas jalan utama.

3. Google Maps
Selain untuk navigasi, Google Maps kerap menampilkan laporan pengguna terkait banjir atau hambatan jalan yang ditandai dengan ikon peringatan. Aplikasi ini juga dapat menyarankan rute alternatif secara otomatis jika jalur utama terdeteksi bermasalah.