BERITA TERKINI
FertInnovation Challenge 2025 Dinilai Buka Peluang Kolaborasi Riset dan Industri Pertanian

FertInnovation Challenge 2025 Dinilai Buka Peluang Kolaborasi Riset dan Industri Pertanian

Jakarta — PT Pupuk Indonesia (Persero) menilai ajang inovasi pertanian dapat membuka peluang kolaborasi antara dunia riset dan industri. Penilaian itu disampaikan dalam rangkaian FertInnovation Challenge 2025 yang digelar perusahaan.

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, mengatakan ajang tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Ajang ini sejalan dengan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujar Jamsaton dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Februari 2026.

Menurut Jamsaton, FertInnovation Challenge tidak hanya menjadi kompetisi inovasi, tetapi juga instrumen strategis perusahaan untuk membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam Awarding Ceremony FertInnovation Challenge 2025 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Dalam penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025, Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI). Platform dua tahunan ini disebut menjadi media transformasi pertanian berbasis inovasi melalui pendekatan open innovation untuk menyerap gagasan transformatif dari inovator eksternal.

Tahun ini, FertInnovation Challenge mengusung tema Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency. Ajang tersebut diikuti lebih dari 1.620 inovator dari kalangan mahasiswa, peneliti, profesional, hingga startup dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri.

Jamsaton menjelaskan, kompetisi ini memiliki empat kategori yang dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir. Ruang lingkupnya mencakup teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi.

Para inovator berkesempatan memperoleh hadiah hingga miliaran rupiah. Juara pertama di setiap kategori mendapatkan Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta, dan juara ketiga Rp10 juta.

Selain apresiasi berupa hadiah, FertInnovation Challenge 2025 juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri, dengan potensi pendanaan hingga Rp2 miliar.

Jamsaton menegaskan ajang ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi terintegrasi. Ia berharap inovasi yang lahir dari program tersebut dapat berkontribusi pada efisiensi produksi, ketahanan distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional.