OpenAI dikabarkan tengah merintis gadget berbasis kecerdasan buatan (AI) pertamanya. Namun, perangkat yang disiapkan perusahaan tersebut disebut bukan smartphone seperti yang banyak diperkirakan, melainkan perangkat dengan konsep berbeda dari ponsel konvensional.
Laporan terbaru mengindikasikan OpenAI mengarahkan pengembangan hardware ke kategori perangkat khusus yang dirancang menghadirkan pengalaman AI secara lebih personal dan kontekstual. Langkah ini menjadi sinyal ekspansi OpenAI ke ranah perangkat fisik, setelah selama ini dikenal lewat pengembangan model AI seperti ChatGPT dan sistem multimodal lainnya.
Selama beberapa tahun terakhir, OpenAI identik dengan layanan AI berbasis cloud. Produk seperti ChatGPT dan DALL·E berjalan di server dan diakses melalui aplikasi maupun web. Namun, dinamika industri menunjukkan kecenderungan integrasi AI yang semakin dekat dengan pengguna, termasuk melalui perangkat fisik yang tidak sepenuhnya bergantung pada smartphone.
Dalam konteks tersebut, gadget AI pertama OpenAI disebut lebih mendekati konsep perangkat pendamping (companion device) ketimbang telepon pintar. Pendekatan ini sejalan dengan tren yang mendorong interaksi manusia dengan AI bergerak dari sekadar layar ponsel menuju pengalaman yang lebih natural dan kontekstual.
Meski kerap digadang-gadang sebagai “pengganti HP”, laporan menyebut perangkat ini tidak dirancang untuk menggantikan smartphone, melainkan untuk melengkapi ekosistem digital pengguna. Dengan kata lain, OpenAI disebut tidak masuk ke pasar ponsel secara langsung, tetapi mencoba membentuk kategori perangkat baru.
Sejumlah karakteristik yang disebutkan antara lain fokus pada interaksi berbasis suara dan konteks, terintegrasi penuh dengan model AI OpenAI, dirancang sebagai perangkat mandiri, serta tidak mengandalkan tampilan layar besar seperti smartphone. Strategi ini menunjukkan upaya menempatkan AI sebagai inti pengalaman pengguna, bukan sekadar fitur tambahan.
Di pasar smartphone saat ini, sejumlah vendor mengusung label “AI phone”, namun AI umumnya hadir sebagai fitur pelengkap seperti pengolahan foto, asisten virtual, atau optimasi sistem. OpenAI disebut ingin melangkah lebih jauh dengan menjadikan AI pusat kontrol perangkat.
Secara global, pasar perangkat berbasis AI masih berada pada fase eksperimen, dengan berbagai bentuk produk seperti wearable dan asisten pintar portabel. Respons pasar terhadap perangkat-perangkat tersebut sejauh ini beragam. Kehadiran OpenAI berpotensi memengaruhi segmen ini karena perusahaan memiliki kekuatan di sisi model AI dan basis pengguna yang luas.
OpenAI juga disebut memiliki dukungan kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi besar, termasuk Microsoft, yang membuka peluang integrasi dengan layanan cloud serta komputasi tingkat lanjut. Jika terealisasi, perangkat ini dapat menjadi ujian penting: apakah pasar siap menerima perangkat AI mandiri di luar smartphone.