Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kebiasaan hidup produktif perlu dibiasakan sejak usia dini. Ia menyoroti aktivitas anak-anak di pedesaan yang ikut mencari kayu bakar sebagai contoh kegiatan yang dapat mengisi waktu dengan hal positif.
Menurut Dedi, kegiatan mencari kayu bakar tidak hanya membantu kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi alternatif di tengah kebiasaan anak-anak yang menghabiskan waktu untuk bermain gadget atau motor-motoran.
Pandangan itu disampaikan Dedi saat berada di dapur yang masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan utama untuk memasak. Dari situ, ia menyinggung pemanfaatan ranting-ranting kering atau dahan yang sudah tidak terpakai agar dapat digunakan secara lebih bermanfaat.
Dedi menegaskan kayu bakar yang dimaksud berasal dari ranting kering, bukan dari aktivitas menebang pohon. Ia menilai ranting kering akan lebih berguna jika dimanfaatkan daripada dibiarkan berserakan tanpa fungsi.
Ia juga menilai pemanfaatan ranting kering dapat membantu mengurangi penggunaan gas sebagai sumber energi rumah tangga. Dalam konteks tersebut, mencari kayu bakar dipandang sebagai kegiatan sederhana yang memiliki manfaat praktis.
Dedi kemudian menyoroti peran anak-anak dalam kegiatan itu. Menurutnya, aktivitas mencari kayu bakar membuat anak bergerak dan berkeringat, sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang dinilainya lebih positif dan produktif dibanding hanya bermain gadget atau motor-motoran.
Ia memandang kegiatan sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan kebiasaan sejak kecil. Anak tidak hanya mengisi waktu, tetapi juga belajar terlibat dalam aktivitas yang memberi kontribusi bagi kebutuhan rumah tangga.
Dalam penjelasannya, Dedi kembali menekankan bahwa kayu bakar yang digunakan berasal dari ranting-ranting kering yang sudah tidak terpakai. Dengan demikian, aktivitas mencari kayu bakar yang dimaksud tidak berkaitan dengan penebangan pohon dan dinilai tidak merusak lingkungan.