BERITA TERKINI
Telepon Spam Kian Marak, Pakar Nilai Jadi Indikator Lemahnya Perlindungan Data Pribadi

Telepon Spam Kian Marak, Pakar Nilai Jadi Indikator Lemahnya Perlindungan Data Pribadi

JAKARTA — Telepon spam atau panggilan dari nomor tak dikenal kian meresahkan masyarakat Indonesia. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, panggilan semacam ini juga dikhawatirkan berkaitan dengan modus penipuan.

Keluhan mengenai maraknya spam call salah satunya disampaikan seorang warganet melalui media sosial X, akun @tany******, pada 9 Januari 2026. Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terlihat panggilan masuk dari berbagai nomor berbeda dalam rentang waktu berdekatan.

“Teman-teman mau nanya, ada yang tahu enggak solusinya biar enggak kena spam call kayak gini? Ini sampai 40-an kali telepon dalam sehari, hiks, ganggu banget. Mohon solusinya,” tulis pemilik akun tersebut.

Unggahan itu memicu respons luas dengan lebih dari 530 komentar. Sejumlah warganet mengaku mengalami hal serupa dan menyebut panggilan dari nomor tak dikenal semakin sering terjadi.

Keluhan juga datang dari Ika (44), warga Surabaya, yang mengatakan hampir setiap hari menerima telepon spam. Dalam sehari, jumlahnya disebut bisa mencapai belasan kali.

“Sehari kadang bisa 5-15 telepon dari nomor tak dikenal. Biasanya enggak saya angkat, tapi tetap mengganggu aktivitas sampai harus mengaktifkan mode pesawat,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Direktur Riset Keamanan Siber CISSREC, Pratama Persada, menilai spam call bukan sekadar gangguan komunikasi. Menurutnya, fenomena ini dapat menjadi sinyal adanya persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola data pribadi, keamanan sistem informasi, serta praktik bisnis digital yang belum berpihak pada perlindungan privasi pengguna.

“Dari sudut pandang keamanan siber, spam call adalah indikator bahwa perlindungan data pribadi masih lemah dan belum dikelola secara serius,” kata Pratama.

Ia menyebut salah satu penyebab utama maraknya spam call berkaitan erat dengan kebocoran data pribadi.