Infrastruktur internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai mengubah aktivitas ekonomi di Desa Setanggor, Lombok Tengah. Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan sinyal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)—terutama di sektor kuliner—kini berangsur memanfaatkan layanan digital untuk promosi hingga pembayaran.
Kepala Desa Setanggor, H. Kamarudin, mengatakan sebelum jaringan membaik warga hanya mengandalkan “sistem tembak” sinyal dari kecamatan dengan jangkauan terbatas. Menurutnya, dalam delapan bulan terakhir jaringan yang lebih stabil membuat perkembangan UMKM meningkat melampaui perkiraan pemerintah desa. Pernyataan itu disampaikan Kamarudin di Kantor Desa Setanggor, Kamis (23/04).
Seiring membaiknya konektivitas, jumlah pelaku UMKM yang aktif menggunakan internet di desa tersebut tercatat 66 pelanggan, terdiri dari 58 pelanggan lama dan 8 pelanggan baru. Kamarudin menyebut masih ada sekitar 100 permohonan yang sedang diproses karena kendala teknis. Pemerintah desa, kata dia, terus mendorong percepatan layanan agar kebutuhan pelaku usaha dapat terakomodasi.
Perubahan paling terlihat terjadi pada cara pemasaran. Jika sebelumnya promosi dilakukan secara manual, kini pelaku UMKM memanfaatkan internet untuk menjangkau konsumen dari luar wilayah desa.
Digitalisasi juga mendukung kegiatan ekonomi yang terhubung dengan program desa. Salah satunya Gerakan Subuh Berjamaah yang rutin digelar di setiap masjid dan disertai Bazar Kuliner. Kegiatan bazar ini melibatkan ibu rumah tangga setempat sebagai penggerak. Kamarudin menilai internet memudahkan koordinasi dan pemasaran bazar, sekaligus menarik pengunjung dari luar desa.
Di sisi produksi, Kamarudin menyebut pelaku UMKM semakin adaptif mengikuti permintaan pasar. Produk yang dibuat, menurutnya, menyesuaikan kebutuhan konsumen yang sedang berkembang.
Selain promosi, penerapan digital juga menyentuh sistem pembayaran. Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang sebelumnya terkendala sinyal kini disebut sudah berjalan lebih lancar di berbagai gerai UMKM Desa Setanggor. Kamarudin menyatakan QRIS kini menjadi salah satu alat pembayaran yang digunakan di UMKM desa.
Meski demikian, akses internet belum merata sepenuhnya. Kamarudin menyebut baru sekitar separuh masyarakat desa yang terjangkau internet secara optimal. Pemerintah desa menargetkan percepatan pemerataan layanan, termasuk melalui jaringan kabel dan rencana masuknya layanan internet satelit agar konektivitas dapat menjangkau seluruh area desa.