Perkembangan jaringan internet di Lombok, Nusa Tenggara Barat, disebut ikut mendorong pergerakan ekonomi, terutama di sektor pariwisata. Jika sebelumnya warga kesulitan mendapatkan sinyal, kini akses internet dinilai semakin memadai dan dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan layanan mereka secara lebih luas.
Rahma Ilma, pelaku UMKM homestay di Desa Jeruk Manis, Lombok Timur, mengaku merasakan dampak langsung dari membaiknya konektivitas. Ia menyebut internet membantunya mempromosikan homestay, termasuk melalui Google Review untuk pemasaran dan melihat ulasan tamu.
“Ibu senang, sekarang bisa pakai Google Review (untuk pemasaran dan lihat review). Bersyukur sekali sudah ada internet,” ujar Rahma saat ditemui Rabu petang, 22 April 2026.
Rahma mengatakan, sebelumnya kendala utama adalah keterbatasan jaringan dan kebutuhan dana untuk mendukung operasional. Menurutnya, kondisi kini berbeda karena sinyal di desa tersebut sudah cukup kuat sehingga calon tamu bisa mengakses informasi homestay dari berbagai tempat.
“Susahnya karena kita harus menyediakan dana, juga kurang line (jaringan), kurang sekali. Sekarang tamu bisa mengakses kita dari mana saja,” katanya.
Ia juga menilai kualitas internet di Jeruk Manis saat ini sudah sangat baik dan memudahkan promosi melalui ponsel. “Di sini kualitas internetnya sangat bagus. Semua bisa ibu jual di sini, tinggal,” ujarnya sambil menunjukkan telepon genggamnya.
Dalam kesempatan itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Alfreno Kautsar Ramadhan, turut hadir dan menyapa Rahma. Keduanya sempat berbincang di tengah suasana hujan.
Dampak peningkatan akses internet juga terlihat dari kunjungan wisatawan mancanegara. Thomas Engelmann, turis asal Jerman, mengaku puas dengan homestay tempatnya menginap. Ia menyebut akan tinggal selama dua pekan bersama teman-temannya.
“Di sini bagus tempatnya, nyaman, makanan juga enak-enak. Saya bersama teman-teman saya menginap di sini selama dua pekan,” kata Thomas.
Rahma menegaskan pemanfaatan internet saat ini difokuskan untuk mengembangkan usaha homestay dan rumah makan. Ia menyebut belum berencana menggunakan internet untuk aktivitas hiburan seperti live streaming film.
“For now, not yet. Absolutely homestay dulu,” ujarnya.
Bagi Rahma, prioritas utama adalah menghidupkan usahanya dan memperkenalkan homestay di Desa Jeruk Manis ke khalayak lebih luas melalui dukungan konektivitas yang kini semakin baik.