Google menyiapkan perubahan pada Android 17 yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman penggunaan ponsel lipat dan tablet. Pembaruan ini mencakup peningkatan di sektor kamera, tampilan aplikasi pada layar lebar, efisiensi media, hingga sejumlah fitur pendukung lainnya.
Salah satu sorotan utama adalah hadirnya API kamera tingkat lanjut yang dirancang agar perpindahan antar-lensa—seperti lensa utama, ultra-wide, dan telefoto—dapat berlangsung lebih stabil. Dengan mekanisme ini, transisi kamera diharapkan berjalan tanpa stutter atau jeda singkat, sekaligus membuat proses zoom terasa lebih natural, terutama pada perangkat kelas flagship.
Android 17 juga membawa perubahan pada cara aplikasi beradaptasi dengan layar lebar. Google disebut akan mewajibkan pengembang aplikasi yang menargetkan SDK 37 untuk mendukung fitur resizing serta fleksibilitas rasio layar. Selain itu, aplikasi tidak lagi diizinkan terkunci pada satu orientasi tertentu, sehingga harus dapat tampil optimal saat digunakan dalam mode multitasking berbasis jendela.
Dari sisi efisiensi media, Android 17 menambahkan dukungan untuk Versatile Video Coding (VVC) atau H.266. Codec ini diklaim mampu menghadirkan kualitas visual tinggi dengan ukuran file yang lebih kecil, sehingga dinilai mendukung kebutuhan perekaman video beresolusi 4K hingga 8K.
Fitur lain yang turut disiapkan meliputi integrasi panggilan dari aplikasi pihak ketiga seperti WhatsApp ke dalam dialer bawaan, serta peningkatan akurasi Wi-Fi ranging.
Berdasarkan jadwal yang disebutkan, Android 17 diperkirakan memasuki fase stabilitas pada Maret 2026 dan dirilis dalam versi stabil sekitar Juni 2026.