Sebuah aplikasi asal China bernama Are You Dead? tengah viral dan ramai diperbincangkan warganet. Aplikasi ini bahkan meroket menjadi aplikasi berbayar nomor satu di Apple App Store untuk wilayah China.
Popularitas Are You Dead? dikaitkan dengan konsepnya yang sederhana, namun menyentuh kekhawatiran banyak orang di tengah gaya hidup modern. Aplikasi ini dirancang khusus untuk pengguna yang tinggal sendiri, termasuk mereka yang jauh dari keluarga, teman, atau lingkungan sosial terdekat.
Fenomena hidup sendiri disebut semakin marak di kota-kota besar China. Mobilitas yang tinggi, tuntutan pekerjaan, serta kehidupan urban yang cenderung individualistis membuat banyak orang menjalani hari tanpa kehadiran orang lain secara fisik di sekitarnya.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran, terutama bila terjadi keadaan darurat seperti sakit mendadak atau kecelakaan di rumah. Dalam konteks ini, Are You Dead? hadir sebagai solusi yang dinilai sederhana namun relevan.
Cara kerja aplikasi ini relatif mudah. Pengguna diminta memasukkan satu kontak darurat yang dapat dihubungi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kontak tersebut bisa berasal dari keluarga, teman dekat, atau orang terpercaya lainnya.
Setelah itu, pengguna perlu melakukan check-in secara berkala melalui aplikasi untuk menandakan bahwa kondisi mereka masih baik-baik saja. Rentang waktu check-in dapat diatur sesuai kebutuhan pengguna.