MATARAM — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar presentasi inovasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Selasa (27/01). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendorong lahirnya inovasi yang berkualitas.
Presentasi dihadiri perwakilan Kelompok Kerja (Pokja) dan tim inovasi BRIDA, serta perwakilan dari Diskominfotik NTB dan Rumah Sakit (RS) Mandalika NTB. Diskominfotik NTB memaparkan inovasi “Perbaikan Tata Kelola Data dan Pemanfaatan Data pada Program NTB Satu Data Tahun 2024-2025”. Sementara RS Mandalika NTB menyampaikan inovasi “Nifas Connect” sebagai layanan pendampingan ibu nifas yang terintegrasi dan berbasis edukasi berkelanjutan.
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menekankan bahwa inovasi yang berkualitas perlu dimulai dari proposal yang teruji dengan data dan fakta, sehingga gagasan yang lahir mampu menjawab masalah dan ketimpangan yang ada. Ia menyampaikan setiap proposal inovasi akan dinilai menggunakan instrumen sesuai standar dalam aturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Tim penilai dari Pokja BRIDA NTB juga memberikan sejumlah saran dan masukan, terutama untuk penyempurnaan rancang bangun, pengembangan, dan keberlanjutan inovasi pelayanan publik yang dipresentasikan.
Aryadi berharap inovasi yang disusun tidak berhenti sebagai formalitas, melainkan dapat mendukung akselerasi program daerah untuk mempercepat penanganan masalah yang selaras dengan visi misi Gubernur NTB, termasuk dalam bidang kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata.