BERITA TERKINI
BRIN Dorong Kolaborasi Riset Internasional melalui Skema RIIM

BRIN Dorong Kolaborasi Riset Internasional melalui Skema RIIM

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi riset lintas negara melalui Skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kolaborasi Internasional. Skema ini mendorong kerja sama pendanaan riset internasional sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing serta investasi inovasi, sekaligus memperkuat kapasitas riset nasional secara terstruktur dan berorientasi hasil.

Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono, menyebut tingginya jumlah proposal yang masuk menunjukkan besarnya potensi kolaborasi periset Indonesia di tingkat global. Dari lebih dari 1.400 proposal yang diajukan, BRIN telah mendanai 130 proyek dengan total anggaran Rp190 miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus dalam Media Lounge Discussion (MELODI) bertajuk “BRIN DANAPEDIA: Skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), Kolaborasi Internasional” di Gedung B.J Habibie, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Agus menjelaskan, mekanisme pendanaan RIIM Kolaborasi dilakukan melalui skema bilateral dan multilateral. Seleksi dilakukan di masing-masing negara mitra sebelum keputusan pendanaan ditetapkan bersama. Dalam skema ini, BRIN membiayai periset Indonesia, sementara mitra global membiayai periset di negaranya, sehingga kedua pihak dapat bekerja sama dalam riset yang bermanfaat bagi kedua negara.

RIIM Kolaborasi dijalankan melalui kemitraan dengan Jepang (JST, JSPS, NEDO), Tiongkok (MOST), Malaysia (MIGHT), Turki (TÜBİTAK), Australia, serta forum multilateral seperti e-ASIA, SEA–EU Joint Funding Scheme, dan Belmont Forum. Skema ini melibatkan 84 institusi dalam negeri dan 119 institusi luar negeri, dengan target luaran berupa publikasi internasional bereputasi dan kekayaan intelektual strategis.

Keberlanjutan pendanaan turut diperkuat oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kepala Subdivisi Kerja Sama Pendanaan Riset LPDP, Najib Husein, menyatakan komitmen lembaganya untuk mendukung kerja sama pendanaan riset dengan mitra internasional melalui RIIM Kolaborasi Internasional. Ia berharap kolaborasi riset dengan mitra luar negeri semakin banyak sehingga riset Indonesia tidak hanya berfokus di dalam negeri.

Sejumlah proyek dalam skema ini juga menunjukkan orientasi terapan. Peneliti Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Yantyati Widyastuti, menjelaskan bahwa pada RIIM Kolaborasi BRIN dan Malaysian Industry-Government Group for High Technology (MIGHT), riset pemanfaatan rumput gajah difokuskan pada pengembangan varietas, mikroba pendukung, serta pelet untuk meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi. Ia menambahkan, rumput gajah di Malaysia dimanfaatkan sebagai energi, sedangkan di Indonesia digunakan untuk pakan sapi.

Dalam RIIM Kolaborasi BRIN dan Ministry of Science and Technology (MOST) China, Muhammad Zaki Almuzakki dari Universitas Pertamina menyampaikan riset diarahkan pada teknologi mobilitas otonom. Ia menjelaskan, rancangan yang dikembangkan bertujuan agar sistem mobilitas otonom dapat saling berkomunikasi sehingga mampu mencapai tujuan bersama.

Sementara itu, pada RIIM Kolaborasi BRIN dan Japan Science and Technology Agency (JST), riset difokuskan pada biologi struktur dan bioproduksi. Peneliti Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Yudhi Nugraha, menekankan pentingnya kesiapan substansi dalam proposal pendanaan RIIM, termasuk kebutuhan akan “critical mass” di bidang terkait serta dukungan data awal (preliminary data).