BERITA TERKINI
BRIN Perkuat Kolaborasi Riset dengan JSPS, JAAI, dan PPI untuk Dorong Inovasi Nasional

BRIN Perkuat Kolaborasi Riset dengan JSPS, JAAI, dan PPI untuk Dorong Inovasi Nasional

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat ekosistem riset di Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), JSPS Alumni Association of Indonesia (JAAI), serta Perhimpunan Periset Indonesia (PPI). Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas kemitraan internasional di bidang riset dan inovasi.

Kepala BRIN Arif Satria menekankan pentingnya konektivitas global sebagai kunci kemajuan bangsa. Ia menyatakan Indonesia perlu menjaga hubungan internasional yang kuat dan kemitraan yang erat, khususnya melalui riset dan inovasi dengan berbagai negara. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan The General Assembly Meeting and the 9th International Symposium of JAAI di Jakarta, Senin (9/2).

Arif juga menilai fondasi kolaborasi ilmiah tidak hanya bertumpu pada dokumen formal, melainkan pada kepercayaan personal yang tumbuh melalui kerja sama jangka panjang, baik di laboratorium maupun di lapangan. Dalam konteks itu, ia memandang JAAI dan PPI sebagai penghubung penting bagi para akademisi dan peneliti.

Menurut Arif, JAAI dan PPI menyediakan sarana untuk membangun jaringan baru serta membuka peluang kemitraan di masa depan yang melibatkan akademisi Indonesia, Jepang, dan komunitas internasional.

Lebih lanjut, Arif menyebut penguatan ekosistem riset sebagai salah satu pilar untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Ia menilai peningkatan kemampuan inovasi dan daya saing nasional diperlukan agar gagasan yang berpotensi dapat ditransformasikan menjadi produk nyata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Ia turut menyoroti pentingnya sinergi antara peneliti dan sektor industri untuk menutup kesenjangan yang selama ini ada. Arif menjelaskan, daya saing nasional mencerminkan kontribusi riset dan inovasi terhadap perekonomian, yang dapat terlihat dari keunggulan penelitian dan pengembangan (R&D) yang dihasilkan industri, dukungan lembaga riset, serta kualitas sumber daya manusia.

Melalui kemitraan BRIN, JSPS, JAAI, dan PPI, kolaborasi riset Indonesia–Jepang diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas di tingkat global.

Sementara itu, Simposium Internasional JAAI ke-9 dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Februari 2026 di Kawasan Sains Sarwono Prawiroharjo BRIN, Jakarta. Agenda kegiatan meliputi opening ceremony, sesi pleno, sharing session, award lecture, serta workshop teknologi.