Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik, sehingga aktivitas gempa dapat terjadi hampir setiap waktu. Dalam situasi ini, kecepatan menerima informasi menjadi faktor penting agar masyarakat memiliki waktu untuk menyelamatkan diri sebelum guncangan kuat terjadi.
Saat ini, ponsel pintar dapat dimanfaatkan sebagai alarm gempa secara real time. Melalui fitur bawaan Google dan aplikasi resmi BMKG, pengguna bisa menerima peringatan dini beberapa detik hingga menit sebelum gempa terasa di lokasi mereka.
Gempa bumi umumnya terjadi tanpa tanda awal yang kasat mata. Namun, teknologi memanfaatkan perbedaan kecepatan antara gelombang seismik dan sinyal digital untuk mengirim peringatan lebih cepat. Sensor dapat mendeteksi getaran di pusat gempa, lalu mengirimkan data ke server dalam hitungan detik. Setelah itu, notifikasi diteruskan ke ponsel di wilayah terdampak sebelum guncangan kuat tiba.
Di Indonesia, terdapat dua sistem peringatan dini yang bisa diakses secara gratis dan relatif mudah digunakan. Pertama, Google Earthquake Alerts yang berbasis sensor pada ponsel Android. Kedua, aplikasi Info BMKG sebagai layanan resmi pemerintah untuk informasi dan peringatan terkait gempa.