BATU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu menegaskan pentingnya membangun budaya aman di lingkungan sekolah sebagai fondasi pendidikan modern. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Penguatan Karakter bagi kepala sekolah dan guru terpilih.
Pelatihan ini digelar bersama Tim Inovasi dalam kemitraan Indonesia–Australia serta Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Disdik Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan program itu menjadi langkah preventif untuk melindungi siswa dari dampak negatif perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Menurutnya, akses gawai yang bebas tanpa pendampingan dan pembatasan berisiko memicu cyber bullying, pelecehan, hingga gangguan mental pada siswa.
Alfi menilai teknologi membawa manfaat besar bagi pembelajaran. Namun, penggunaan gawai tanpa pengawasan juga dapat menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, pelatihan dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam menciptakan sekolah yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan karakter siswa.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali empat pilar utama budaya aman sekolah, yaitu penanaman nilai moral, penciptaan lingkungan sekolah yang nyaman, penguatan literasi digital, serta pembangunan kesetaraan sosial antarsiswa.
Alfi menyebut Kota Batu terpilih sebagai salah satu dari dua daerah di Indonesia yang menjadi lokasi pilot project program kemitraan internasional tersebut. Dari Jawa Timur, hanya Kota Batu yang dipercaya mengikuti program itu dan menjadi satu-satunya wakil provinsi.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Batu yang “SAE”, yakni Sae, Aman, dan Efektif.
Saat ini, implementasi program masih difokuskan pada jenjang sekolah dasar di Kecamatan Bumiaji dan Junrejo. Disdik Kota Batu memastikan perluasan program ke Kecamatan Batu akan dilakukan dalam waktu dekat.
Selain itu, program serupa juga disiapkan untuk jenjang SMP dengan melibatkan orang tua atau wali murid sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan. Disdik menargetkan semangat penguatan budaya aman sekolah dapat menjangkau seluruh elemen pendidikan agar proses belajar mengajar di Kota Batu berlangsung aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.