BERITA TERKINI
Erha Luncurkan Tiga Inovasi Berbasis Riset Klinis untuk Perkuat Posisi di Skincare Dermatologi

Erha Luncurkan Tiga Inovasi Berbasis Riset Klinis untuk Perkuat Posisi di Skincare Dermatologi

Pasar skincare dermatologi di kawasan ASEAN disebut memasuki fase pertumbuhan baru. Nilai pasar yang saat ini mencapai US$1,52 miliar diproyeksikan meningkat menjadi US$2,29 miliar pada 2030, seiring naiknya kesadaran konsumen terhadap pentingnya kesehatan kulit. Dalam tren tersebut, Indonesia tercatat menguasai 43,5% pasar skincare sensitif di kawasan.

Di dalam negeri, pasar skincare juga diperkirakan terus bertumbuh hingga menembus US$4,64 miliar pada 2032. Di tengah proyeksi itu, Erha Skincare Group menyatakan memperkuat posisinya sebagai merek dermatologi Indonesia dengan rekam jejak lebih dari 25 tahun dalam menghadirkan solusi perawatan kulit berbasis praktik klinis.

Director Brand, Marketing, and Sales Erha Skincare Group, Afril Wibisono, mengatakan seluruh inovasi Erha dikembangkan dengan pendekatan “Clinically Created, Dermatologist Trusted”. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi pembeda dibanding klaim “dermatologist-tested” atau “dermatologist-recommended” yang banyak digunakan di industri.

Afril menjelaskan, “Clinically Created” berarti produk dikembangkan di laboratorium klinik berstandar medis, mengikuti standar farmasi, dirumuskan langsung oleh tim dermatolog, serta diuji pada pasien sebelum dipasarkan. Sementara “Dermatologist Trusted” menegaskan produk Erha telah divalidasi oleh lebih dari 200 tenaga medis profesional, didukung jaringan 112 klinik dermatologi di seluruh Indonesia, serta berlandaskan pengalaman lebih dari 25 tahun praktik klinis.

“Banyak merek mengklaim ‘dermatologist-tested’. Perbedaan fundamental kami bukan sekadar diuji, tetapi diciptakan langsung oleh dermatolog yang setiap hari menangani ribuan pasien dengan beragam kondisi kulit. Autentisitas ini tidak bisa dibeli,” ujar Afril.

Ia menambahkan, keunggulan Erha juga diklaim terletak pada asal-usul dan pengembangan yang berangkat dari klinik sejak 1999, sehingga produk dirancang untuk menjawab kebutuhan pasien yang spesifik, dari kasus umum hingga kompleks. Afril membandingkan, bila merek lain menguji produk pada puluhan orang dalam waktu singkat, Erha mengamati ribuan pasien dalam rentang waktu lebih panjang melalui praktik klinis.

Dari sisi formulasi, Erha menyebut mengedepankan standar konsentrasi medical-grade, kemurnian dan stabilitas berstandar farmasi, teknologi penghantaran, serta optimasi pH. Erha juga menyatakan didukung lebih dari 100 dermatolog aktif yang meresepkan produk Erha dalam protokol perawatan, dengan pembaruan riset terkini terkait kesehatan kulit dan rambut.

Untuk memperkuat posisinya di segmen dermatologi, Erha Skincare Group meluncurkan tiga inovasi berbasis riset klinis dan keahlian dermatolog, yakni Erha Skinsitive Ultracalm Face Sunscreen, Erha Acneact Micellar Water, dan HisErha Duo Parfum Premium.

Menurut Afril, salah satu produk yang diperkenalkan adalah Erha Skinsitive Ultracalm Face Sunscreen SPF 50 PA++++ yang ditujukan sebagai solusi bagi kulit sensitif, yang disebut dialami sekitar 26,9% konsumen generasi Y di Indonesia. Produk ini mengusung semangat “Stronger Barrier” dari Erha Derma-Lab, dengan klaim perlindungan maksimal yang ramah untuk kulit sensitif.

Adapun Erha Acneact Porefectly Clear Micellar Water – 3 in 1 Anti Acne Formula diposisikan sebagai pembersih multifungsi untuk membersihkan, merawat, dan mengontrol minyak dalam satu langkah. Produk ini disebut memiliki pH seimbang, bebas alkohol, serta dilengkapi Micelle Technology untuk mengangkat kotoran tanpa membuat kulit kering atau memicu iritasi.

Erha Acneact Porefectly Clear Micellar Water tersedia di e-commerce resmi Erha dan mitra ritel dengan harga Rp65.610 untuk ukuran 100 ml.