BERITA TERKINI
Google Perluas Student Ambassador 2026, Libatkan 2.000 Mahasiswa untuk Eksplorasi AI Gemini

Google Perluas Student Ambassador 2026, Libatkan 2.000 Mahasiswa untuk Eksplorasi AI Gemini

Google kembali menghadirkan program Google Student Ambassador (GSA) dengan skala lebih besar pada 2026. Setelah melibatkan 800 mahasiswa pada tahun sebelumnya, program ini diperluas untuk menjangkau 2.000 mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Perluasan tersebut disebut menjadi bagian dari komitmen Google dalam mendorong talenta digital muda agar siap menghadapi perkembangan era kecerdasan buatan. Sepanjang 2025, GSA menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi teknologi, khususnya AI seperti Gemini, baik untuk mendukung proses pembelajaran maupun untuk menciptakan solusi yang dapat diterapkan secara nyata.

Salah satu peserta yang merasakan dampak program ini adalah Syahdika Kurnia Azhari, mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan sekaligus lulusan GSA 2025. Ia menyampaikan bahwa pemahamannya tentang dunia teknik berubah setelah mengenal teknologi AI.

“Gemini bukan pengganti praktik, melainkan pelengkap. Saya menggunakannya untuk menguji ide, menyusun pemikiran, hingga memahami sistem secara lebih menyeluruh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Dengan bantuan Gemini, Syahdika menyebut dirinya dapat mensimulasikan konsep sistem pengisian daya kendaraan listrik tanpa perlu perangkat lunak khusus. Menurutnya, teknologi tersebut membantu mempercepat proses belajar sekaligus membuka ruang eksplorasi yang lebih luas.

Pengalaman di GSA juga mendorongnya mengembangkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan di lapangan. Terinspirasi dari ibunya yang merupakan pelaku usaha kecil, ia bersama tim mengembangkan aplikasi “She Success” di wilayah Sei Rotan untuk membantu perempuan wirausaha mengembangkan bisnis.

“Inisiatif ini menjadi jembatan antara pengetahuan yang saya pelajari di kampus dengan kebutuhan nyata di masyarakat,” kata Syahdika.

Kisah tersebut menjadi contoh bagaimana program GSA diarahkan tidak hanya untuk memperkuat pemahaman teknologi, tetapi juga mendorong pemanfaatannya dalam menciptakan dampak sosial. Program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dari beragam latar belakang untuk berkembang dan berkontribusi.

Memasuki 2026, GSA dirancang untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menjawab tantangan dunia nyata melalui inovasi berbasis AI. Perwakilan Google Indonesia menyatakan program ini akan terus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh.

“Kami ingin mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menciptakan solusi yang relevan bagi masyarakat,” ujarnya.