Performa ponsel yang melambat kerap membuat pengguna kesal karena aktivitas sehari-hari menjadi tidak lancar. Salah satu penyebab paling umum adalah memori internal yang nyaris penuh.
Namun, banyak pengguna tidak menyadari bahwa beberapa jenis aplikasi yang terpasang di ponsel dapat memakan ruang penyimpanan besar. Sebagian aplikasi juga bekerja di latar belakang, menumpuk cache, hingga berpotensi menguras baterai.
Untuk membantu mengembalikan performa ponsel agar lebih optimal, berikut jenis aplikasi yang disarankan untuk dihapus atau dikelola kembali.
1. Aplikasi bawaan (bloatware)
Saat pertama kali membeli ponsel, biasanya sudah terpasang aplikasi bawaan dari pabrik atau operator. Masalahnya, sebagian aplikasi ini tidak pernah digunakan, seperti Samsung Link atau aplikasi berita bawaan.
Jika aplikasi tersebut tidak bisa dihapus, pengguna disarankan menonaktifkannya agar tidak berjalan di latar belakang dan tidak ikut memenuhi ruang penyimpanan.
2. Aplikasi peningkat performa dan pembersih cache
Aplikasi yang menjanjikan ponsel menjadi lebih cepat, seperti booster atau cleaner—misalnya Clean Master—disebut justru dapat membuat ponsel terasa lebih berat. Penyebabnya, aplikasi semacam ini terus berjalan di latar belakang untuk memantau sistem sehingga membebani RAM.
Selain itu, beberapa aplikasi pembersih ilegal juga disebut berisiko disusupi malware yang dapat mencuri data pribadi. Sementara itu, ponsel Android versi modern umumnya sudah memiliki fitur pembersih bawaan yang dinilai lebih aman.