BERITA TERKINI
IHSG Terkoreksi, Jumlah Investor Domestik Tembus 20,32 Juta pada 2026: Ini 5 Aplikasi Saham yang Banyak Dipakai

IHSG Terkoreksi, Jumlah Investor Domestik Tembus 20,32 Juta pada 2026: Ini 5 Aplikasi Saham yang Banyak Dipakai

Jakarta—Pasar modal Indonesia sepanjang 2026 menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya tensi global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi 13,8% akibat tekanan geopolitik global. Namun, basis investor domestik justru menguat dengan jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 20,32 juta, naik 37% dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan jumlah investor tersebut disertai stabilnya likuiditas transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian berada di kisaran Rp20,66 triliun, yang dinilai menjadi indikator bahwa pasar tidak lagi sepenuhnya bergantung pada arus dana asing yang keluar-masuk.

Dukungan institusional juga disebut semakin kuat dengan kehadiran Danantara. Di bawah arahan penasihat Ray Dalio, Danantara berkomitmen mengelola dividen BUMN senilai lebih dari Rp140 triliun untuk memperkuat stabilitas pasar modal.

Di sisi ekosistem, penerapan sistem transparansi baru yang diakui MSCI dan FTSE disebut menghadirkan lingkungan investasi yang lebih sehat bagi investor ritel. Kondisi ini, ditambah rencana dan kehadiran IPO perusahaan berskala besar, dipandang menjadi salah satu penopang pasar Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global.

Dalam situasi pasar yang bergerak cepat, efektivitas platform transaksi menjadi faktor penting bagi investor dan trader, terutama terkait fitur analisis, biaya, dan manajemen risiko. Berikut rangkuman lima aplikasi saham yang dikurasi dalam data rujukan, beserta fitur utama dan catatan risikonya.

1. Pluang

Pluang menawarkan ekosistem multi-aset dan disebut telah digunakan lebih dari 12 juta pengguna. Melalui satu aplikasi, pengguna dapat mengakses lebih dari 2.000 produk investasi, mulai dari crypto, saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, logam mulia (emas, silver, tembaga), reksa dana, hingga produk derivatif seperti crypto perps dan options saham AS. Pluang juga disebut berada dalam pengawasan Bappebti, OJK, dan BI.

Fitur yang dicantumkan antara lain akses ke 950+ saham Indonesia dalam satu ekosistem dengan aset lain, fitur analisis (Pro) seperti charting modern, Stock Screener, dan data finansial. Pluang juga mencantumkan kebijakan biaya transaksi kompetitif termasuk promo 0% trading fee bagi pengguna, serta kemudahan top up melalui RDN tanpa minimum deposit. Dalam data rujukan, Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi OJK.

Catatan risiko: meski berada dalam pengawasan regulator, investasi saham tetap berisiko karena harga dapat berfluktuasi. Pengguna disarankan menyesuaikan pilihan saham dengan profil risikonya.

2. IPOT (Indo Premier)

IPOT merupakan platform investasi untuk perdagangan saham dan instrumen pasar modal melalui web dan aplikasi seluler. Fitur yang dicantumkan meliputi web & mobile trading dengan eksekusi real-time, otomatisasi Robo Trading, charting, indikator teknikal, auto-orders, fitur chat, serta dukungan produk seperti saham, ETF, reksa dana, dan obligasi. Fee trading yang dicantumkan sebesar 0,14%++.

Catatan risiko: pengguna tetap perlu memahami risiko pasar seperti fluktuasi harga saham/ETF dan risiko suku bunga obligasi, serta meninjau biaya transaksi dan kewajiban pajak sebelum bertransaksi.

3. BCA Sekuritas

BCA Sekuritas menyediakan layanan pialang untuk perdagangan saham/ETF di Bursa Efek Indonesia serta akses instrumen pendapatan tetap seperti obligasi. Produk yang dicantumkan mencakup saham Indonesia, obligasi pemerintah dan korporasi, serta lebih dari 100 reksa dana. Fitur yang disebut antara lain limit order serta TP/SL.

Catatan risiko: investasi pasar modal mengandung risiko, termasuk fluktuasi harga saham/ETF serta risiko tingkat bunga dan kredit pada obligasi. Investor disarankan meninjau biaya dan kewajiban pajak sebelum bertransaksi.

4. MNC Sekuritas (MotionTrade)

MotionTrade adalah platform online trading untuk akses perdagangan saham BEI berikut aksi korporasi rights issue (HMETD) serta instrumen warrants/waran terstruktur, tersedia di web dan aplikasi seluler. Platform ini disebut ditujukan bagi pengguna yang menginginkan akses penuh ke saham BEI melalui antarmuka web & mobile.

Catatan risiko: investasi saham berpotensi fluktuatif, sementara rights dan waran terstruktur memiliki karakteristik serta risiko tersendiri. Investor disarankan memahami ketentuan, biaya, dan implikasi pajak sebelum bertransaksi.

5. M-Stock (Mirae)

M-STOCK merupakan platform investasi milik PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang berfokus pada perdagangan saham domestik melalui ekosistem digital. Aplikasi tersedia di Android dan iOS untuk pembukaan rekening dan transaksi investor ritel. Fitur yang dicantumkan meliputi web & mobile trading melalui tampilan Lite & Pro, real-time charts, technical analysis, reporting, account segmentation, serta akses penuh ke saham Indonesia (IDX).

Tips memilih aplikasi saham

Beberapa hal yang disarankan untuk diperhatikan sebelum memilih aplikasi saham antara lain memastikan aplikasi beroperasi melalui perusahaan sekuritas berizin dan diawasi OJK, membandingkan biaya transaksi (fee beli/jual) serta ketentuan minimum setoran RDN, dan menilai fitur sesuai kebutuhan. Pengguna juga disarankan memperhatikan keamanan data dan dana, memanfaatkan materi edukasi, serta menyesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan investasi—baik untuk dividen, pertumbuhan (growth), maupun trading aktif.

Dengan IHSG yang terkoreksi 13,8% akibat faktor eksternal, sebagian investor menilai kondisi ini dapat membuka peluang akumulasi. Namun, keputusan investasi tetap perlu disertai pemahaman risiko, termasuk volatilitas harga dan biaya transaksi yang melekat pada masing-masing platform.