BERITA TERKINI
Investasi Lewat Aplikasi Appeninc Marak di Ternate, Nasabah Keluhkan Penarikan Dana Bermasalah

Investasi Lewat Aplikasi Appeninc Marak di Ternate, Nasabah Keluhkan Penarikan Dana Bermasalah

Investasi melalui aplikasi bernama Appeninc dilaporkan marak beredar di Kota Ternate. Aplikasi tersebut menawarkan penghasilan dengan menjalankan tugas sederhana, salah satunya menebak gambar.

Dalam praktiknya, Appeninc menggunakan nama perusahaan yang mengaku berdiri sejak 1996. Namun, belum ada bukti legal yang menunjukkan aplikasi itu merupakan bagian dari perusahaan resmi yang sah. Selain itu, metode deposit disebut dilakukan melalui transfer QRIS dan BRIVA ke rekening pribadi, bukan rekening atas nama perusahaan.

Sejumlah warga Ternate disebut tertarik menggunakan aplikasi tersebut. Seorang nasabah yang enggan disebutkan namanya menceritakan awal mula ia mengenal Appeninc pada pertengahan Juli 2025 melalui media sosial. Untuk mengakses isi aplikasi, ia diminta memasukkan nomor telepon, lalu dihubungi melalui WhatsApp dari nomor berkode negara +447842930932.

Nasabah itu mengatakan dirinya ditawari bergabung, kemudian disebut menjalani magang selama tiga hari dengan imbalan Rp31.500. Setelah itu, ia kembali ditawari untuk melakukan deposit Rp3.300.000 dengan janji pendapatan harian Rp110.000.

Menurut pengakuannya, selama sekitar satu bulan bergabung, ia mengajak satu orang untuk ikut serta. Ia menegaskan ajakan tersebut bukan paksaan. Dari satu orang itu, perekrutan berlanjut hingga disebut lebih dari 100 orang bergabung. Ia mengaku selalu mengingatkan bahwa aplikasi atau perusahaan tersebut berada di luar negeri dan meminta anggota tidak saling menyalahkan jika terjadi sesuatu, misalnya aplikasi menghilang atau tutup.

Ia juga menyebut, memasuki Desember, Appeninc mulai menawarkan berbagai hadiah bertema Natal hingga Januari 2026. Aplikasi itu kemudian menawarkan promo investasi dan bonus perekrutan bagi pengguna yang mengajak orang lain bergabung, termasuk iming-iming bonus saldo. Disebut pula adanya skema level, dengan klaim bahwa level lebih tinggi akan mendapatkan gaji ke-13 dan gaji bulanan.

Masuk awal Februari 2026, ia menilai indikasi penipuan mulai terlihat dari sistem penarikan dana. Dalam penarikan yang berjalan sejak 3 Februari 2026, dana untuk Level 01 dan 02 disebut sebagian masuk, tetapi sebagian lainnya tidak diterima.

Ia mengatakan informasi dari pihak Appeninc melalui grup WhatsApp menyebut proses penarikan berlangsung 3x24 jam atau 72 jam. Pada 4 Februari 2026, penarikan disebut dilakukan oleh Level 03 dan P1, namun dana yang ditarik para nasabah tidak kunjung masuk ke rekening sehingga memicu perdebatan di grup.

Kecurigaan kemudian muncul setelah seorang nasabah disebut dikeluarkan dari grup. Tak lama, seluruh grup dikunci dan sistem penarikan tidak berjalan. Para nasabah juga disebut diminta melakukan top up kembali untuk mengaktifkan akun apabila ingin menarik dana yang ada di aplikasi.

Nasabah tersebut menyatakan saat ini aplikasi itu sudah “scam” karena seluruh akun anggota dibekukan. Grup WhatsApp terkunci dan, menurutnya, tidak ada tanggung jawab dari Appeninc. Situasi itu memicu sebagian nasabah saling melapor.