Pemerintah Iran melalui Kementerian Pendidikan resmi menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka di seluruh sekolah. Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya dampak konflik yang membuat situasi keamanan dan sosial di sejumlah wilayah menjadi tidak stabil.
Untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan, sistem pembelajaran dialihkan ke metode jarak jauh melalui jaringan internet lokal serta program televisi pendidikan nasional. Kementerian Pendidikan menyatakan bahwa mulai 21 April, seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.
Selain pembelajaran online, pemerintah juga meluncurkan program televisi khusus bertajuk Iran TV School yang menayangkan materi pelajaran sesuai jenjang pendidikan di berbagai tingkat sekolah.
Meski demikian, penerapan sistem pembelajaran jarak jauh ini menghadapi kendala. Sejumlah siswa dilaporkan tidak memiliki akses ke perangkat digital seperti ponsel pintar atau komputer, sementara infrastruktur internet di beberapa wilayah masih terbatas. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu ketimpangan akses pendidikan.
Di sisi lain, situasi juga diperburuk oleh kerusakan fasilitas pendidikan di berbagai daerah. Laporan pemerintah mencatat ratusan bangunan sekolah mengalami kerusakan, dengan sebagian di antaranya rusak berat hingga tidak dapat digunakan kembali.