Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan (KPPP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Sosialisasi Hasil Riset dan Inovasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-11. Kegiatan ini memaparkan hasil kerja KPPP MUI selama lima tahun masa kepengurusan.
Ketua KPPP MUI Prof Firdaus Syam mengatakan, selama periode tersebut pihaknya menjalankan sejumlah program yang selaras dengan upaya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), baik kegiatan prioritas maupun nonprioritas.
Menurut Firdaus, program yang dijalankan mencakup pengkajian hingga penelitian terhadap aliran-aliran yang dinilai bermasalah. Selain itu, KPPP MUI juga melakukan penguatan capacity building untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) peneliti, serta penguatan kelembagaan.
Ia menambahkan, KPPP MUI juga berupaya menjaga, meluruskan, dan membina keutuhan akidah umat melalui pendekatan yang menggabungkan kajian ilmiah serta dialog interdisiplin dan antardisiplin, dengan mempertimbangkan relevansi kontemporer.
Dalam upaya meneguhkan peran MUI sebagai pelayan umat dan penjaga akidah, KPPP MUI disebut telah berupaya menghasilkan produk-produk intelektual yang dapat menjadi panduan strategis bagi ulama dan masyarakat.
Untuk mendukung tujuan tersebut, KPPP MUI juga menyelesaikan dan menerbitkan sejumlah karya yang ditujukan sebagai benteng edukasi sekaligus pedoman kerja, guna memastikan program yang dilaksanakan berjalan efektif.