Guru Besar Institut Ilmu Integrasi Material Universitas Kyoto, Kitagawa Susumu, mengatakan pihaknya tengah mengembangkan teknologi Metal-Organic Framework (MOF) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pernyataan itu disampaikan Kitagawa dalam Resepsi Hari Nasional Jepang di Jakarta, Kamis malam (2/5/2026).
MOF merupakan material kristalin berpori yang tersusun dari ion logam yang dihubungkan dengan ligan organik. Menurut Kitagawa, material ini dinilai sangat efisien untuk penyimpanan gas bertekanan tinggi. Partikel MOF tersebut kemudian dikembangkan menjadi produk tabung gas bernama Cubitan Gas, yang diharapkan dapat diproduksi massal di Indonesia.
“Kita berkolaborasi dengan BRIN, dan kita mengembangkan tipe terbaru tabung silinder ini, jadi kita (berharap) dapat mengubah infrastruktur gas Indonesia, tanpa pipa gas,” kata Kitagawa.
Alasan pengembangan diarahkan ke Indonesia
Kitagawa menjelaskan, Indonesia dipilih sebagai destinasi pertama untuk pengembangan lanjutan inovasi ini karena dinilai memiliki sumber daya gas yang besar. Ia menyebut Indonesia memproduksi banyak gas alam, termasuk biogas, sementara Jepang tidak memiliki sumber daya bawah tanah serupa.
“Indonesia memiliki banyak sumber daya alam, khususnya substansi gas. Jepang tidak memiliki sumber daya bawah tanah seperti itu, maka negara ini (Indonesia) pasti dapat memproduksi banyak sekali gas alam, tetapi belum punya pipa gas,” ujarnya.
Sekilas tentang MOF dan Cubitan Gas
Kitagawa menerangkan, partikel MOF berukuran sangat kecil (skala nano), namun memiliki sekitar satu triliun saluran (channel) yang dapat diisi molekul gas. Ia juga menyebut material ini berbobot ringan.
Menurutnya, partikel yang dibuat dari kobalt dan tembaga itu memungkinkan jarak antarmolekul gas menjadi lebih berdekatan dibandingkan kondisi gas pada umumnya. Ia membandingkan dengan LPG yang disebut memiliki sebaran molekul lebih renggang, sehingga kepadatannya lebih rendah.
“Tapi lihatlah, pada zat gas (umumnya) jarak antara molekul sangat jauh dan kepadatan rendah. Tapi dalam (partikel) ini adalah struktur yang padat sehingga zat gas, jaraknya sangat dekat,” jelasnya.
Adapun Cubitan Gas digambarkan sebagai tabung gas berbobot 12 kilogram namun mampu memuat gas lebih banyak. Kitagawa menyampaikan perbandingan tekanan: LPG 12 disebut memiliki tekanan normal 7–8 bar, sedangkan Cubitan berada pada 40 bar.